8.16.2016

Baru saja tiba di rumah sehabis perjalanan menyenangkan ke Pulau. Semestinya membawa hati yang senang, penuh dan bersyukur.
Sampai rumah seperti biasa, membongkar semua tas, memasukan pakaian pakaian kotor dan menaruh kembali yang bersih di tempatnya.
Lalu melihat jemuran sprei di tangga, kekesalan muncul, mengomel lah saya panjang lebar mengenai ART yang kerjanya suka sembarangan, sampai mulut ini mencucu. Sebelum berlebihan, Pak suami menghentikan, "stop ya bu, capek itu jangan dibuat tambah capek..."
untungnya saya masih eling, dan seketika diam, meski merasa kekesalan belum terpuaskan nafsu nya...

Selesai semua mandi,
Pak suami menghampiri dengan lemah lembut dan senyum segar habis mandi :)

"Dek, perjalanan dari kemarin kan aman aman, tempat yang dikunjungi menyenangkan, anak anak sehat, kita semua gembira, di jalanan sampai rumah ngga ada halangan berarti.......sampai rumah, rumah masih utuh, bersih rapi di pel, harum nyaman, ngga kebakaran, ngga di maling, tapi kamu milih ngomel cuman gegara si mbak kerja nya ngga sesuai standar mu... itu bukan aja merusak kebaikan kebaikan yang kita kumpulkan, tapi juga menunjukan, kamu lupa ber....syukur.
hiks saya diam, bener banget.... jleb....semoga ke depan bisa lebih baik, bisa lebih bisa menahan diri, bismillah

3.29.2016

Gadget, Game, Medsos, Berbohong...tantangan mendidik anak Pra Remaja (versi keluarga saya) :)

Bulan ini boleh di bilang cukup bergejolak. banyak kejutan kejutan kurang menyenangkan yang di buat si sulung. menjadi kejutan dikarenakan kami orang tua memang tidak berpengalaman menghadapi nya. positip nya pembelajaran memang tidak pernah berakhir. 
Sulung kembali membuat kejadian yang cukup memporak poranda hati. berbohong seperti jadi kebiasaanya. sejak kebohongan saat jatuh dari motor (ngakunya di kerjar anjing kerna ga dibolehin naik motor) kebohongan berlanjut ke "hilangnya" uang tabungna yang ternyata buat beli hape, dan lalu suatu siang si sulung ditemukan, tidak berada di rumah, yang seharusnya belajar sebelum berangkat sekolah, malahan ngelayap ke rumah tetangga. ngaku nya main robot mainan, nyatanya main robot dalam game, yang mana "diharamkan" di bulan bulan sekolah. Jatah main game hanya diperbolehkan saat libur semester sekolah. terpaksa diberlakukan demikian karena pada saat sebelumnya di buat aturan main game setiap akhir minggu, tingkah laku sulung maupun bungsu kurang terkendali. game menurut kami cukup berpengaruh terhadap emosi anak anak. ketidakpuasan menguasai game membuat mereka  mudah meledak, melow dan gahar ngga jelas. puncaknya, si sulung browsing internet yang menjurus ke hal hal pornografi, dengan alasan bosan dengan game. belum lagi sulung mulai mengkatifasi media sosial, yang saya dapati di line, FB dan twitter. beberapa situs yang follow pun ngga jelas, aka ada yang esek esek, ada juga account yang berbau sekte islam garis keras wallahu'alam.
dari hasil pengamatan itu, akhirnya IMG (Ijin Main Gadget) saat akhir minggu, di cabut. masih diberi kelonggaran diperbolehkan main saat liburan semester, tanpa batasan akhir minggu, all day, dg sarat, tidak lupa shalat, makan, tidur/ istirahat siang dan jam 9 malam harus tidur, menurut kami ini sudah cukup fair.
beberapa teman berkomentar, ngerinya nanti main belakang, di depan kita ga main, mainnya di tempat lain (dan terbukti). tapi kami masih bersikukuh tidak membolehkan dan terus memberi pengertian di tambah mengisi kegiatan mereka dengan kegiatan outdoor. kalau senggang kami tracking ke cibodas, atau paling tidak berenang. meskipun ga terlalu sering, setidaknya kami mencoba seperti itu.
Game menjadi biang kerok masalah kali ini, atau paling tidak ini pemicu nya. saya diam diam teramat menyesal mengenalkan tablet, benda kecil yang mengundang bencana dengan satu sapuan telunjuk..lebay emang, tapi begitu lah kenyataanya.
sebelumnya mereka pun sudah mengenal game dari PS, tapi dengan jenis permainan yang terbatas, NO GTA! (meski juga pernah sekali dua mereka curi curi saat kami lengah :(
tapi setidaknya dengan hanya ada 1 tivi di rumah main PS jauh lebih terkontrol, dan kami bisa ikut mengawasi dengan cukup jelas. beda dengan table si benda kecil yang saya anggap laknat ini bisa di akses kapan saja di mana saja, dan agak sulit melihat apa saja yang mereka lakukan dengan mainannya tersebut.
tidaaak saya bukan nya sangat kepo dengan apapun yang anak anak lakukan, hanya saya coba kontrol sebisa mungkin mereka ngga keluar jalur, salah ngga sih?
selepas ijin main game di bekukan selama musim sekolah, rupanya sulung curi curi main dengan hape tetangga.
sedih, hancur, marah hati saya... oke silahkan bilang lebay, tapi memang begitu kenyataanya. rasanya seperti gagal mendidik anak....dus gusti..
bapake seperti biasa, ngga mau banyak ngomong, sabet!
saya karena sdg di kantor waktu tu memang ngga tau.
di rumah bapake buka diskusi, menelusuri apa yang saya ucapkan pada sulung waktu tempo hari dia berbohong, pointnya:
  • bohong ga akan menghasilkan kebaikan
  • 1 kebohongan akan bermuara pada kebohongan baru, untuk nutupin yang sebelumnya
  • kebohongan akan menjebak mu dalam lingkar setan yang membuat mimpi buruk mu menjadi nyata
  • sepahit apa pun jujurlah
  • katakan apa ada nya
  • jika memang aturan yang ayah ibu buat tidak bisa kamu terima, tolong tanyakan ke kami, agar bisa kami jelaskan dan engkau bisa benar benar mengerti
Entah sepertinya memang banyak yang kurang dari pesan saya itu, yang jelas kebohongan terbuat lagi. saya akhirnya bicara lagi dengan si sulung, yang intinya mengajak nya berkata jujur tentang keinginannya. saya coba gali kenapa game sebegitunya menguasai otaknya sehingga sanggup dia berbohong hanya untuk mendapat kesenangan main game. lalu saya coba sulung untuk menggali kira kira ada ngga pengganti game untuk memenuhi kesenangan yang sama, yang kontan di jawab tidak :p
oke untuk yang satu itu perlu bersabar mungkin..
kemudian saya ingatkan jika dia berbohong ayah sudah pasti "sabet" apa ngga sakit?
dan saya tekankan lagi untuk memilih jujur daripada berbohong, juga pada akhirnya bukan main game nya yang kami permasalahkan tapi berbohong nya. semoga sulung bisa mengerti...yea yea the never ending process, pada akhirnya mendidik anak itu memperbaiki diri, bagaiman bisa mengantarnya menjadi manusia yang utuh lahir batin, kalau yang mengantarnya ngga mencoba meng"utuh"i lahir dan batin, wallahu'alam, bismillah, insyaAllah...

Tambahan,
pagi ini nemu status temen yang memberikan info filter play store sehiangga download hanya bisa di lakukan sesuai umur..yaaa komen sarkastik saya semoga si teman ngga tersinggung: "SITA" AJA GADGETNYA, DAN AJAK ANAK ANAK MAIN LAYANGAN DI LAPANGAN :D....
sempat terpikir untuk minta tolong pada para ortu tetangga, untuk menyuruh isa pulang atau  melarangnya bermain di rumah, jika Isa hanya bermain gadget di rumah mereka, tapi yaah ga akan ada abisnya, ngeri nya salah terima, atau malah tersinggung. dan tempat main gadget itu ngga hanya di rumah tetangga tapi di semua rumah yang orangtua nya masih memperbolehkan anak anak bermain gadget, saya sih ngga nyalahin sama sekali, mungkin memang anak anak mereka lebih bisa di kontrol dan perilaku mereka tetap terjaga meskipun instens main gadget, dan mungkin memang belum berlaku untuk anak anak saya, gambatte terus berjuang!!! semangattt!!! :D:D

3.24.2016

Menjadi orang tua, pembelajaran yang tak pernah usai

si sulung hampir 14 tahun umurnya. tempo hari kedapatan habis uang tabungannya. sulung kami cukup pandai menabung. tidak semua uang jajan yang saya beri dihabiskannya. sebagian selalu ditabung, niatnya biar bisa beli mainan kesukaannya. Aneh kalau habis. pengakuan awal, uangnya di tabung di sekolah, untuk mencicil uang karyawisata nanti di kelas 8. lalu saya coba konfirmasi ke wali kelas, memang betul ada tabungan. sorenya sepulang sekolah pengakuan berubah lagi. Menurutnya uangnya habis digunakan mengganti ponsel kawannya yang tidak sengaja di rusaknya. kemudian kami minta kuitansi penggantian dari kawannya, sehari dua hari sampai hari ketiga, kuitansi tidak juga di berikan dengna alasan temannya lupa. Akhirnya saya meminta bantuan wali kelas nya untuk bicara dengan si sulung dan kawannya yang menurut pengakuan nya rusak ponselnya.
sorenya si sulung bercerita lain lagi. rupa nya ponsel yang rusak adalah ponselnya sendiri, kami tidak pernah memberinya ponsel karena belum cukup umur. kesepakatan kami jika dia sudah SMA maka dia diperbolehkan memiliki ponsel dengna beberap syarat. rupanya ponselnya dia dapat dengan membeli bekas di toko, seharga 400 ribu rupiah, hasil tabungannya. digunakannya untuk main game, karena dengan pengakuannya kali ini, ponselnya kosong, tidak di beri sim card dan memory. agak aneh, meski saya tidak terlalu mengerti teknologi, rasanya tiap ponsel pintar biasanya selalu butuh paling tidak sim card untuk meaktifkan aplikasi, entah lah..kepercayaan saya pada si sulung mengalami defisit yang cukup significant. tapi saya pun tak hendak memojokkannya dengan mengiterogasinya terlalu intens, yang ada saya emosi dan goal sudah pasti tidak tercapai.

perasaan saya dibohongi berturut turut, sedih, kecewa, marah dan merasa gagal *ini lebay emang...

Bapake mengambil sikap yang sama seperti yang dilakukan ortunya saat melakukan hal yang sama, disabet. "saya ngga perlu banyak ceramah, cuku disabet, biar kapok." bapake merasa waktu dihukum seperti itu, dia memang kapok, harapan bapake, sulung juga kapok.
Saya mencoba mengajak sulung bicara. menjabar dg kata kata singkat mencoba menyampaikan: tidak ada hal baik yang dapat dicapai dengan berbohong. berbohong hanya akan menghasilkan kebohongan baru untuk menutupi kebohongan sebelumnya dan akibatnya orang yang berbohong akan terus didera rasa ketakutan ketahuan. 
Dengan doa, semoga pesan bisa diterima si sulung dengna baik. semoga dia menyesal dengan kebohongannya, semoga dia ngga mengulangi lagi semoga dan banyak deretan list pengharapan lainnya.. Allah hanya Dia yang membolak balikan hati. Dia lah pemilik sesungguhnya, saat merasa tidak mampu, serahkan kembali kepada Nya, mungkin itu yang bisa saya lakukan.

masih Belum puas dan rasanya belum selesai, masih ada yang mengganjal, akhirnya saya berdiskusi dengan bapake. Saya dulu di sabet, dendamnya mungkin masih ada sampai sekarang. saya cenderung membenci ibu saya. saya dendam,  saya merasa di perlakukan tidak layak..ini pun sedang masih terus saya coba untuk healing. saya ngga mau bodoh terjebak dengan amarah usang.
Bapake disabet, malah kapok, dan berusaha ngga ngulang bohong, atau kalo mo bohong lebih pinter biar ga ketauan :p tapi intinya bapake ngga take it personal. menurutnya, tindakan ayahnya dulu benar, kalo dia ngga di gituin, ngga di sabet, dia ngga akan kapok, ngga akan jera. tanpa harus lebay mendayu dayu merasa ortunya jahat dan ngga sayang sama dia.
mungkin juga kerna perbedaan karakter gue sama bapake. gue ngga tau metode apa yang pas buat sulung dan bungsu. tapi gue pribadi sebisa mungkin ga mau nyabet anak anak, meski udah pernah terjadi (sebelum ini bahkan sering ga proporsional dan cenderung emosi sesaat pelampiasan amarah..duh)
akhirnya diskusi kita bermuara di beberapa "kemungkinan" kesimpulan (bukan kesimpulan kerna masih meraba raba juga dan belum tentu benar).
Marahin anak itu perlu tapi harus proporsional.
proposional tuh gimana? ya sesuai aja dengan tingkat kesalahannya.
sebisa mungkin mengindar dari "nyabet" sebesar apapun kesalahannya. 
jangan melampiaskan marah ke anak, ini biasanya salah satu biang kerok marah yang ga proporsional ga sesuai sama kesalahan anak.
istigfar, taubat minta ampun sama Allah yang hakikatnya pemilik anak anak kita, kalau kita memperlakukannya salah dan berdoa semoga ga berdampak buruk ke mereka, semoga menjadi kebaikan, insyaAllah, walahu' alam.

Trus gue inget hubungan bapake dg almarhum ayah mertua itu cenderung dingin, bukannya kerna di sabet dan diperlukan kasar? bapake bilang, iya. tapi setelah ayahnya meninggal, doa senantiasa terucap untuk beliau. dan memohonkan ampun atas kesalahannya, dan pada akhirnya dia bisa ridha sama ayahnya itu, dan tentunya doa anak yang shaleh itu doa yang terkabul, dan manfaat yang tidak pernah terputus. insyaAllah...

hmmm gue sih ga mau nunggu sampe terpisahkan maut, maunya idealnya, hubungan baik terbina dari sekarang. sejak masih pada hidup, tapi yah kalo emang yang ideal itu ngga bisa tercapai, pilihan"paling tidak" lah yang diambil, paling tidak meski ga mesra sama ibu, saya coba selalu doakan beliau. saya coba ridha dengan sikap beliau dan faham kalau maksud beliau waktu "nyabet" dulu itu baik, hanya caranya yang ga baik. 

kalo kata kaka gue sih, break the cain, kalo pengen anak anak baik, cukup sampe elu aja yang disabet, anak anak ngga usah..

mudahan kedepan bisa lebih baik. semoga Allah meridhai setiap ucap ampun yang terlantun...bismillah

mungkin kedepan masih banyak bohong bohong lain, mungkin kedepan dengan kreatifitasnya sulung dan bungsu yang luar biasa,  banyak lagi kesalahan baru yang lain..semoga gue dan bapake bisa lebih baik menghadapi nya semoga..*berharap sungguh sungguh


3.10.2016

Anniv?

Sekian belas tahun ini memang tidak sesederhana "Aku Cinta Kau"........tapi cukup untuk menyungging senyum di setiap jelang pagi untuk mengucap sedalam syukur "terima kasih Ya Allah untuk setiap detik yang terlewat bersama mu...."


Should be our th th anniv but we choose to celebrate it this way............

Ruang Hampa

Rasanya seperti terjatuh dalam Jurang yang tidak bergravitasi,  bisa lihat dasarnya hanya  tidak sampai ke dasar, belum, ngga tau kapan, atau ngga akan pernah..

Melayang tapi ngga ada arah yang jelas mau ke mana, ngambang, tapi ngga ngalir kemana mana ngga ke mana mana..

Takut? rasanya ngga! Sedih? Marah? pun ngga.. mencoba mencari rasa apa yang hinggap sekarang ini dan  ngga nemu jawabannya..kosong aja, jelas tapi ngga jelas..

Khawatir, cemas pun ngga ada, kosong aja. Pasrah mungkin? atau  sudah terlampau lelah. kelelahan yang teramat dan akhirnya ngga terdefinisi letih nya. 

ini pernah dan berulang...di pikir waktu itu yang terakhir, nyata nya enggak. 
berfikir, menimbang, mengingat...tapi ngga bermuara di suatu putusan..

Ngambang, melayang, tidak jatuh belum juga terbang..entah sampai kapan..

Hanya kepada Dzat yang Satu itu berpegang, biar .. biar Dia Yang tentukan....

3.02.2016

"Room" Love knows no boundaries...


Kerna pada rame ngeributin oscar, iseng intip berita di beberapa situs online dan capture beberapa film yang jadi nominee, langsung catet catet list film yang mau di tonton.
dari sekian banyak selain revenant, spotlight, Joy, The Big Short, Room kayak punya magnet paling kuat buat di tonton duluan.. mungkin kerna tema nya (dalam pikiran saya sebelum nonton), mungkin kerna dia menang pemeran wanita terbaik, mungkin, yang jelas malamnya saya nonton dan pagi ini masih tenggelam..

Dimulai dengan adegan dalam sebuah ruang, dengan tokoh anak dan ibu, yang melakukan kegiatan biasa sebagai anak dan ibu: makan, bermain, belajar, ketawa bareng, tidur, mandi, sikat gigi, lompat lompat...hampir segala macem kegiatan yang dilakukan anak-ibu umumnya..tapi dilakukan dalam ruangan...kamar..

Dialog dialog umum yang dilakukan anak dan ibu, kecuali pengingkaran terhadap dunia luar selain "room". Joy mengajari putera nya bahwa yang real hanya segala hal yang ada di dalam "room" di luar itu hanya hayalan saja. sampai Jack berumur 5 tahun, dan joy mulai mengenalkan bahwa ada dunia lain di luar room, meski dg sedikit effort, Jack akhirnya bisa menerima kenyataan bahwa di luar "room" ada hal hal lain.

Lesson: Ibu adalah madrasah pertama bagi anak, apapun yang diterima anak dari ibu akan di jadikan kebenaran yang dipegang teguh anak, berhati hati dalam menanamkan nilai pada anak terutama di usia 0-5 tahun, sebisa mungkin berikan hanya hal hal yang baik

Joy diculik dg tipuan "anjing sakit" oleh lelaki yg di namakan Old Nick dalam film ini. Old Nick-lah yang "membuat" Joy akhirnya memiliki Jack. 
Singkat cerita dengan membuat Jack playing dead, Jack berhasil lepas dari room. Saat Old Nick hendak mengubur Jack, Jack kabur dg strategi yang sudah di ajarkan oleh Joy. Seorang yang curious saat tak sengaja menabrak Joy yang rikuh saat memcoba kabur dari Old Nick, menyelamatkan Jack. 

Lesson: please be curious at the things around you, follow your insting (tanpa harus jadi kemal..kepo maksimal :p) kalau memang ada sesuatu yang salah dari yang kita lihat, rasa, terima, lakukan sesuatu, you could save someone's life.

Joy dengan sensitivity luar biasa, akhirnya bisa menunjukan tempat ibunya di sekap. 
adegan selanjutnya, haru biru momen kebebasan Joy dan Jack, perawatan di Rumah sakit, suasana pertemuan kembali Joy dengan orang tua nya, (adegan adengan di sini mulai bikin dada sesak T T)

Selanjutnya episode adaptasi Joy setalah di culik dan di sekap 7 tahun dalam sebuah ruang sempit tempat melakukan segala kegiatan hidup, fase penolakan, fase menyalahkan diri sendiri, sampai akhirnya percobaan bunuh diri.

Sekali lagi Jack di sini sebagai anak berperan dalam curing up his ma. Dia dengan konsep konsep pemikiran yang ditanam joy as his ma, dalam room, membuat dia jadi anak yang super caring. Another scene yang bikin dada sesek, waktu Jack minta akhirnya di gunting rambutnya oleh Grandma, untuk memberi kekuatan pada sang ibu. Dalam room, Joy berhasil memberikan sugesti pada Jack bahwa rambut panjang nya adalah kekuatan :)

Satu quote yang saya suka di scene ini:

 There's so much of "place" in the world. There's less time because the time has to be spread extra thin over all the places, like butter. so all the persons say "Hurry up! Let's get going! Pick up the pace! Finish up now!". Ma was in a hurry to go "boing" up to Heaven, but she forgot me. Dumbo Ma! So the aliens threw her back down. CRASH! And broke her.

akhirnya Joy berhasil beradaptasi kembali dengan kehidupan nya di luar room. memulai hidup yang baik dan normal dengan Jack.

Diakhiri scene, Anak- ibu tersebut mengunjungi kembali "room" 

Jack: It can't really be room if door's open.

Jack: Say bye to Room, Ma.
Ma: mouths silently: Bye, Room.


Seperti yang saya bilang di atas, saya hanyut dalam film ini, dan ikut tenggelam. Karakter Ma / Joy itu sebetulnya mewakili karakter yang mungkin banyak di alami ibu ibu kebanyakan (atau gue doang lebay ehehehe) kadang kita ngerasa ga cukup baik melakukan sesuatu sampe ngga bisa maafin diri sendiri..
Saat ingin berubah kita terkungkung dalam dogma dan stigma yang kita kerangka kan pada pikiran kita sendiri. akibatnya perubahan ga pernah terjadi.
Untuk meninggalkan hal buruk, coba tengok hal yang kita anggap buruk tersebut, pastikan itu memang buruk dan say good bye for good saat meninggalkannya dan jangan pernah di lihat lagi ......
And behind all the doors, there's another inside, and another outside. And things happen, happen, HAPPENING. It never stops. Plus, the world's always changing brightness, and hotness.

Dari mulai cara nampilin film nya yang sederhana, ga berlebih. pemain pemain yang wajar, dialog yang bernas, dan cara penyampaian dg latar belakang narasi dari Jack sebagai anak, gimana dia menceritakan hidupnya dengan cara manusia berumur 5 tahun.... yang ga pernah liat apapun selain room :) adegan per adegan yang terjalin dan tervisualkan dengan manis, satu adegan favorit, waktu leo (pacar ibu Joy) mencoba membuka hubungan dengan Jack,..wajar banget, tenang dan elegan. dan yang ter memang adegan adegan depresi Joy, aseli bikin kita masuk berasa jadi Joy...brrrrrrrrr

Bintang 5 deh buat film ini puassss, masih lemasss semoga cure up dari tenggelam nya huuhuhuhuhu 

2.26.2016

Pause Button

That kind of feeling, setelah abis kongkow sama temen orang yang kurleb begini " adyuhh ngapain sih tadi ngomong ginian sama tu orang, peduli juga engga, yang ada di enye..." :D:D:D baru aja ngalamin daannn huh i think i need pause button when talking with some people. 

sederhana sih alasannya:

1. Dia ga akan kontribusi apapun terhadap apa yang gue barusan omongin, ga jadi lebih baik bahkan mungkin bikin lebih buruk
2. dia ga pantas buat di ceritain hal hal tertentu
3. GA WORTH, ga ngaruh ke idup ga ngaruh ke slip gaji, ga bikin kita tambah baik juga


model orang begini nih ciri ciri nya:
suka pengen harus jadi pusat perhatian, jadi fokus pembicaraan, semacam pricess wanabe (tapi bukan juga) sok keningrat ningratan doang tapinya yaahhh gitu lah. gitu deh :p:p
suka motong omongan orang sok bilangin jangan negative, tapi sekarung omongannya isinya ngomongin orang semua
model yang ga bisa empati sama perasaan orang lain, karena sudah terlalu sibuk dengan perasaan sendiri
model yang omonganya sendiri aselik ngebosenin and sangat engga banget buat di denger selain ngerusak kuping bisa bisa ngerusak hati juga
model yang kepengenan kudu harus diprioritasin (sape lu wakakakakaka)
model yang super hiperbole kalo udah ngomongin orang dan ngerasa itu hal lucu (pedahal bikin orang huek)
model yang lebay kalo ngomongin kebaikan dirinya, semacam pencitraan biar diliat orang dia tuh keren (pedahal sekali lagi huekk)
model yang ngga bisa ngakuin  kesalahan diri kerna biji mata nya yang sempit kehalang sama dosa dosa orang jadi susah liat kekurangan diri sendiri, so orang lain aja yang salah dia sih paling bener sedunia akherat
model orang kayak gini suka sweat the small stuff, kita ngomongin hal penting menurut dia ga penting dan ga asik, giliran dia segala ta# kucing keinjek sepatu aja di omongin (saking remehnya hadyeeuuh bau wooyyy :p:p)

model kayak gini ga semestinya dijadikan temen kongkow, minimalisir pertemuan, kalo bisa ga usah ketemuan sama sekali
kalo kepaksa ketemu ya ......
please please pause button nya jangan di simpen aja, di bawa dan di aktifin....ketika keinginan buat ngomong itu muncul........inget ekspresi ngeyek nya aaaannnnnd stop langsung omongan, biar aja dia ngacapruk sorangan, elu pake virtual ear plug nyanyi nyanyi dalam hati or else, jangan sampe ketularan jadi seperti orang ini ;) *naudzubillah