9.27.2005
Euweuh Gawe Euy!

Sementara yang lain sibuk angkat telpon bisnis dan jawab ini itu
Gue sibuk sms-an sama temen temen nun jauh di sebrang sana
Sementara yang lain sibuk mondar-mandir ngopi berkas laporan buat di-file-in
Gue asik asik ngopi n print tulisan tulisan org dib log mereka
Sementara orang keningnya berkerut merut baca laporan atau bikin intrepretasi seimik, ngerjain laporan drilling and so on and so on
Gue ketagihan blog walking sambil kadang kerutin kening biar kliatan mikir..mikir siy mikirin tulisan org..ck ck ck koq bisa ya?! *kagum mode on*
9.21.2005
Wahdooh!!

Isa, 3 huruf yang suka bikin aku gemes skaligus jengkel ;p Tiap hari ada aja kelakuan dan atau kepintaran barunya yang m’buat aku dan ayahnya tercengang-cengang. Koq bisa-bisanya.. bocah yg baru 3 bulan kedepan,akan genap umurnya 3 tahun..
Mengingat umurnya, aku suka jadi sentimentil, rasanya baru kemarin timbanganku naik 22 kg gara-gara si 3 huruf yang menggemaskan itu. Dan rasanya baru saja saat perutku dibuat mulas mulas waktu dia ‘memaksa’ m’lihat dunia sebelum hari ‘h’ nya. Wahduh wahduh, tahu tahu sudah pintar senyum, tahu-tahu sudah pandai tengkurap, tahu tahu sudah bisa merangkak, berdiri, berjalan berlari…tahu tahu… sudah pinter protes dan bertanya ini itu :)
Kemarin Isa sempat demam. Wahduh! Musim flu burung begini, bikin kami benar-benar khawatir dan kemudian langsung m’boyong isa ke RS dekat rumah. Tapi Pak dokter langganannya belum datang. Akhirnya kami putuskan periksa ke dokter lain di RS yang sama. Kebetulan dokternya perempuan. Sebetulnya kami agak khawatir saat pemeriksaan. Isa ini agak sulit disentuh orang lain. Jangankan oleh dokter baru, oleh Pak dokter langganannya saja Isa kadang masih sulit dipegang-pegang. Pokoknya saat pemeriksaan, kami membutuhkan setidaknya 3 org untuk memegangi kaki dan tangan isa yg meronta-ronta.
Saat Isa dipanggil kami pun bersiap merayu dan menenangkan Isa agar tidak berontak saat diperiksa. AJAIB! Isa tidak meronta sama sekali, ia bahkan dengan sukarela mengangkat kaosnya dan menunjukkan perutnya untuk diperiksa. Hanya wajahnya agak sedikit khawatir saat mulutnya diperiksa, tapi secara keseluruhan pemeriksaan berjalan sukses, aman dan terkendali, benar benar AJAIB….
Setelah selesai periksa, dan kami keluar ruangan, Isa berkata lirih, Isa mau diperiksa sama Tante dokter itu lagi ah…….GUBRAK!!
Wahdoooh Isa, tahu tahu kamu sudah tahu …….yah ini paling tidak menunjukkan kalau Isa Lelaki kecil yang normal ;p
9.20.2005
Natunaaaa Tempat Lahir Beta
Lahir dimana? Tiap kali ditanya begitu aku suka kepayahan menjawabnya. “Tarempa” lalu akan dilanjuti dengan pertanyaan, dimana itu ya? Di peta ada ga ya? Dan seterusnya. Dan lalu dari pertanyaan tempat kelahiran itu akan berlanjut ke deskripsi fisik yg detil bahkan mungkin melenceng dari pertanyaan awal.:) Sesungguhnya saya senang sekali bunda sempat melahirkan ku disana 28 tahun lampau. Kalau saja Datuk tidak sakit mungkin sekarang ini aku akan lebih mudah menjawab soal tempat kelahiran, sukabumi, jawa barat yg deket cianjur itu lho. Tapi takdir membawaku yang ketika itu hampir 9 bulan dalam perut bunda. Datuk meminta 11 anaknya pulang ke Tarempa, alasanya kangen. Takut ndak bertemu lagi dan memang tidak, setelahnya, karena Datuk keburu dipanggil Yang Maha Kuasa lewat sakit gulanya. Tapi beliau sempat menyaksikan kelahiran cucu perempuannya yang ke-4. Dan Jadilah di akte kelahiranku tertera, pada bagian tempat/ tanggal lahir: Tarempa, 27 Agustus 1977. Data inilah yang kemudian pada berbagai formulir seperti pengisian fiormulir sekolah baru, atau wawancara kerja sampai formulir data untuk kartu keluarga dan KTP semua akan tergelitik untuk bertanya, Tarempa itu dimana ya? Dan sejak itu pula aku meyiapkan dongeng tentang tempat kelahiranku itu yang indah dan mencil di tengah Laut China Selatan
Keindahan alam tanah kelahiranku, jangan di tanya, masih sangat alami dan terjaga. Pulaunya yang hanya seluas komplek perumahan tempat aku tinggal di
Pulau Tarempa bersebelahan dengan 6 pulau lain, itulah makanya ada yang bilang daerah ini sebagai pulau 7 (ngikutin pulau seribu kali :p). Salah satu pula tersebut yang tidak berpenghuni, selalu disinggahi penyu mungkin jenis penyu belimbing, untuk berkembang biak. Adalagi pulau pasir putih karena pasirnya benar-benar putih, jangan ditanya air lautnya yang sebening kaca.. Adalagi satu pulau yang memiliki air terjun, penduduk menyebutnya Air Temurun. Terdiri dari 7 tingkat, hasil pahatan air yg membelah intrusi volkanik membentuk aliran air terjun yang bermuara langsung ke laut. Beberapa orang yang pernah mencapai ke ujung atas air terjun akan bertemu kawanan monyet kecil. Legendanya mereka pasukan penjaga air terjun yang merupakan taman sang buaya kuning, Sang Raja penguasa kerjaaan air terjun. Itu juga barangkali yang membuat keluarga Cendana yg sempat akan membangun project wisata di
Selain air terjun, pasir putih dan pulau penyu ada lagi klenteng batu ikan yang berada di ujung atas Pulau Tarempa. Daru
Oya makanan khas di sana mungkin gak terlalu jauh beda dengan tempat lain, ada nasi dagang, nasi dibungkus daun pisang berbentuk kerucut disiram gulai ikan, ada putu kuning, ada kwitiaw goreng masak ikan, lempar ikan dan roti goreng isi ikan, biasa dijual di warung-warung diatas geladak pinggir pantai, dinikmati pagi-pagi sambil menyeruput kopi dan menunggu matahari terbit..
Ah jadi pengin pulang..:)
9.16.2005
Giving Thanks ala Bos2 Korea Ku

Tanggal 18 september besok hari thanks giving buat org
Tapi, seperti biasa, para national ga berharap banyak, bahkan saya tidak berharap sama sekali mengenai bentuk terima kasih yang akan mereka berikan. Maklum, teman2 yang sempat Bebaskah Hati, Once Upon Lunch Time , Janji Joki , di Bolg saya yg lain, tentu mafhum bagaimana “baik hatinya” bos bos korea ini.
Jadi bisa di simak dari mail seorang teman di bawah ini:
GM kita meskipun sedang ada tugas ke luar kota ternyata ada concern dg hal ini,
beliau ingin memberikan sesuatu kepada national employee.
Pagi ini si Finance Manager asks to me kira2 apa yg kumpeni layak berikan to celebrate this.
Tanpa ba bi bu.. langsung aja kujawab, PLS, ADJUST THE TRANSPORT ALLOWANCE !!
karena per 1 Okt 05 fuel naik sampe 50% dan semua harga apa aja bakal naik mengiringinya.
BUT UNFORTUNATELY, meski dia manggut2 seolah2 memahami apa yg kujelaskan, dia akhirnya memutuskan utk membeli KOREAN
chrs,
9.14.2005
Tentang Jim Morrison

Seujung kuku yang saya tahu tentang Jim Morrison: vokalis the doors, pecandu berat, mati muda akibat OD..
Minggu malam kemarin nonton The Doors di trans tivi..Cuma sepotong siy, setengah film terakhir, seujung kukunya jadi nambah dikit :)
Physically, cute juga :) Biar pun tampangnya mabok mulu, pucat, dan seperti gak napak.. cara nyanyi yang lebih mirip mbaca puisi,
Dari semua ke-nyelenehan-nya dia itu ternyata seorang yg sangat humanis, Martir untuk perubahan. Cuman cara mengexprsikannya extrim aja. Syair lagunya juga gak melulu tentang cinta, sarat dengan ide dan pemikirannya tentang hidup dan menghadapi hidup. Sangat apa adanya, bahkan ga peduli jika dia kemudian dibenci sebagian kalangan karena pemikirannya yang serba bebas. Saya jadi berfikir, orang seperi Jim Morrison ini, bukannya menyimpang, karena penyimpangan hanya berlaku untuk orang-orang yang memilih jalan lurus. Jadi inspirasi buat saya untuk lebih mengenal diri sendiri dan menjadi saya apa adanya..(Meurueun?!)
(Gambar diambil dari :http://www.thedoors.com/band/jim/)
Suatu Hari Di Arkadia

Suatu hari kakakku ngundang nonton pemutaran film di tempat kerjanya. Karena terlalu bersemangat, aku datang ‘kepagian’, setelah pulang kantor langsung Teng Go! Pemutarannya baru 3 jam setelah aku datang. Untuk membunuh waktu aku lalu jalan-jalan, mengitari taman yang hijau dan cukup rimbun. Tiba-tiba semak semak di depanku bergerak-gerak, awalnya pelan lama-lama bergerak cepat dan muncul makhluk hitam legam dg rambut awut-awutan. Karuan jantung ku melorot ke kaki, sembari menyeret badan ku yang tambun, membawa beban jabang bayi 8 bulan jalan..
Mana sempat teriak, mulut kaku, kaki lemazz..aku pasrah aja deh..keringat dingin ngucur, badan gemeteran,.. wahduh, makhluk apa tuwh?!
Ternyata…………………………………………………………………………………………………………………………
itu makhluk, manusia juga, partisipan pesta kostum haloween weleh weleh hampir saja aku mbrojolin Isa sebelum waktunya weleh weleh weleeeeeeeeeh …
(Photo diambil dari: http://www.night.net/halloween/nyi/)
Kepada Yth. Bapak Supir dan Kondektur Metromini

“Tolong anda mengemban tugas teramat berat mengantar penumpang selamat sampai tujuan.”
Ya memang ongkos cuma 1400 perak
Ya memang anda kejar setoran
Ya memang dapur di rumah butuh ngepul
Ya memang..Ya memang..
Ya…sudahlah..
Menyampaikan duka bagi rekan rekan yang meregang nyawa di jalan raya….
Supir metromini Ugal-ugalan, Ugal Beneran?..Takdir?..
(Foto Oleh: KCM/Ahmad Zamroni Dari : http://www.kompas.com/utama/news/0308/20/152118.htm )
9.09.2005
Akhirnya Isa Gundul Juga :)

Kemarin weekend seperti biasa saya, andry dan isa menghabiskan waktu bersama. Kadang jalan ke mall, sekedar cuci mata dan ngajak isa naik mainan goyang-goyang. Atau berkunjung ke rumah saudara. Atau nonton saja di rumah, santai-santai. Weekend pokonya selalu menyenangkan buat kami (semua org juga kale?! he he). Seperti kemarin kami berkunjung ke rumah ambu-nya di pondok cabe. Ketemu dua ponakan ku yang lucu-lucu. Satunya baru lahir 14 hari lalu,
Rupanya hakim baru saja digunduli. Sebenarnya rambutnya lebat, tapi ambunya pingin variasi aja..jadi deh hakim botak. Anak kecil fitrahnya emang lucu, botak yah tambah lucu. Kepalanya yang bundar makin nonjol, plus mitos-nya klu anak di botak biasanya pinternya nambah he he amin. Jadi panas juga niy pengin botakin Isa. Rambutnya tipis dan kliatan berantakan jadi agak kucel gituw. Cuman emang agak susah mo cukur rambut Isa. Maklum Isa susah banget dipegang orang lain. Jangankan dicukur, dipegang dokter aja ‘moh. Isa suka meronta-ronta, dan tenaganya aujubile, kuat banget! Kadang saya aja gak sanggup handle..du aduh. Tapi saya dan andry bertekad akan botakin isa. Jadi dey kita pergi ke tukang cukur sepulang dari pondok cabe.
Sampai di tukang cukur, isa kelihatannya mencium gelagat ‘gak beres’. Isa langsung nempel ke andry, trus gelisah dan minta saya yang gendong. Dan ketika tukang cukurnya mendekat isa mulai panic. Walah alamat gagal nih prosesi penggundulan, pikir saya. Tapi akh, nanggung. Mulanya si tukang cukur ngedeketin isa, ngenalin alat cukur. Isa berontak, gak mau..niy anak padahal blum pernah liat alat cukur tapi udah ngeh bakalan ‘diapa-apain’ wahduh gawat. Karena tahap pendekatan gagal, tukang cukur memutuskan untuk langsung pada prosesi. Mesin dinyalakan seiring dengan ‘menyalanya’ tangisan isa. Kalu cuman nangis aja siy santei, ini satu paket sama berontak dan ngamuk. Walhasil, sambil cukuran, sambil teriak-teriak sambil nahan badan isa yang menggelinjang-gelinjang, plus tangannya yang terus-terus mencoba melepas alat cukur dari kepalanya. Belum lagi dia teriak-teriak geli geli..heran geli kok ngamuk bukannya ketawa ;-p. Alhamdulillah, prosesnya gak lama dan 7 menit kemudian, tadaaaa.. bersihlah kepala isa, ga licin sih tapi bersih deh. Gak ada lagi rambut tipisnya yang awut-awutan. Hihi si isa jadi tambah cakep n lucu dg ‘kepala barunya’ dan bener juga kliatanya makin bad…eh pinter J (biarpun tangan saya pegel semua, akibat nahanin isa du aduh kepelitek niy he he)
20 agustus 2005
Tanpa Batas

Kemarin saya baru membaca posting mail dari melisa teman saya di milist smansabo95. "Cinta mati seorang Oma Teppy" (Majalah FORUM edisi 14 Juli 2005). Aneh, lucu, sedikit ngeri. Seorang split personality menipu beberapa org perempuan mapan dan lajang. Hebatnya si nenek 64 th itu, berhasil memperdaya korbannya dengan mengaku sebagai pengusaha muda lajang, hanya lewat suara, photo ‘cabutan’ dari sosok ideal lewat email dan hadiah-hadiah kiriman tanpa pernah menunjukkan wujud aslinya, hebat! Jaman udah segitu canggihnya, apa daya kritis org semakin luntur?? Maraknya dunia maya membuat org mudah sekali mempercayai apa saja yg dia terima tanpa cross check?! Ck ck ck…
Satu lagi baru-baru ini, milist bukumgea di ‘susupi’ hacker. Si moonlight star (akunya) melakukannya karena iseng. Dia melihat, arogansi teman-teman GEA yg menurutnya berlebih, diikuti sikap kasar dan panasan dari beberapa teman, membuat dia semakin senang ‘mengganggu’ di milist ini. Lucunya, dia selalu posting email dg identitas temen-teman GEA sendiri, dia bisa menggunakan identitas hampir semua anggota milist. Hasilnya, teman-teman di milist saling ‘curiga’ dan was-was ketika satu identitas posting email, apakah benar-benar pemilik identitas asli atau si moonlight star. Untungnya ini cuman milist lucu-lucuan tempat melepas lelah sejenak, atau tukar info lowongan kerja sehingga ga ada info penting yg terganggu atau bocor kemana-mana. Cuman, ya sempat bikin kisruh juga, gara-gara timbul krisis kepercayaan diatara teman-teman GEA. Mungkin ini juga terjadi juga di milist lain dan tidak menimbulkan ‘bencana’ yg berarti buat anggota milist dan milstnya sendiri.
Saya dan ayahnya isa sering adu argument gara-gara membahas posting-an email. Tiap hari ada saja yg saya ceritakan mengenai posting di milist atau berita yang saya baca dari beragam website. Masalahnya bukan informasi-nya tapi justeru Si penerima informasinya. Dibutuhkan sikap kritis dan sedikit usil terhadap kebenaran informasi yg kita terima. Bukannya kemudian kita menjadi apriori atau menutup diri, tapi lebih pada konteks berhati-hati. Karena bukan mustahil penipuan dilakukan melalui dunia ini. Contoh kecilnya, pemalsuan identitas yg dilakukan orang orang iseng yg memasuki komunitas tertentu (seperti yg terjadi di milist bukom gea dan lainnya). Tapi yg bahaya yah seperti “Oma Teppy” itu, Psikopat yg membuai para perempuan, hanya lewat dunia maya yg nota bene tidak dibatasi ruang dan waktu. Coba aja klu kita chating, apa profile yg ada, memang berdasar info yg bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya? Wallahulalam, bisa iya bisa ga. Contoh lain lagi, banyak sekali posting yg sifatnya ‘HOAX’ menjelekkan sesuatu atau produk tertentu dg memberikan keterangan palsu yg merusak citra produk tersebut. Belum lagi arisan berantai yg menjanjikan keuntungan gila-gilaan dalam sekejap mata, dan tentu saja membuat orang tergiur. “Hari gini, dapat duit ratusan juta dalam waktu singkat, apa gak ngiler? Weleh weleh!”
Hmmm makin banyak orang iseng, makin banyak orang jail dan makin banyak juga orang jahat..dunia tanpa batas menjadi sarana pilihan yg cukup memudahkan untuk melakukannya..Wallahualam..
Rindu
“Jadi kamu pergi hari ini yang?”
“Iya”
“Berapa hari?”
“2-3 hari, gak lama”
“Lama, sehari aja lama”
“umh masa? Di rumah saya sering ditinggal”
“he he itu
“iya, ga apa ya?”
“umh, 2 hari aja deh”
”Saya usahain, tapi bisa 3 harian abis banyak yg harus diphoto”
“Kemarin
“Belum cukup”
“Emang apalagi? Masih buat buku itu?”
“Iya sekalian koleksi buat lomba”
“Koleksinya ntar aja, buku dulu aja he he”
“Umh
“Ya udah tapi 2 hari aja”
“3 ya?”
“he he terserah ding, yang penting cepet beres”
“githu duong”
“huuu, tapi ntar…….”
“Ntar? Apa?”
“umh ga apa ding, ya udah..hati-hati aja, cepet pulang.”
“Ok Saya berangkat ya, doain ya sayang.”
“Selalu”
Dan rindu pun menyergap untuk 2-3 hari nanti sampai kamu pulang………
Selasa, Agustus 2005
JIKA..
Saat hati tersakiti, berfikirlah. Mungkin banyak hati pernah dilukai.
Saat harga diri tergores, renungkan. Mungkin ribuan harga diri pernah diinjak.
Saat diri terhina, bayangkan. Betapa jumlah yang telah direndahkan.
Saat merasa dipermalukan, rasakan. Berapa banyak yang aibnya diumbar
Saat merasa di lupakan, fahami berapa banyak yang diabaikan.
Fikirkan, renungkan, bayangkan, rasakan, fahami berapa banyak dosa yang telah diperbuat. Bukan!..... menghitung luka diri sendiri.
Jika masih benci penghias hati matilah bersama harga diri!
Tapi jika maaf masih terucap, cukuplah ia sebagai penyambung nafas
Lagi-lagi renungan....medio agustus kemarin..
Cape euy!
“Bosan aku dengan penat, dan enyah saja kau pekat. Seperti berjelaga jika ku sendiri.”
Sepenggal puisi yang dinyanyikan Dian Sastro dalam film “Ada Apa Dengan Cinta” itu, cukup menggambarkan kelelahanku hari ini, saat ini.
Sebenarnya semua terakumulasi sudah sejak ribuan hari yang lalu. Bosan dengan yang rutin. Muak dengan keseharian. Penat, lelah dengan keadaan.
Kehidupan yang aku jalani saat ini sebenarnya sangat biasa-biasa saja, sangat sama dengan yang orang lain jalani. Kadang manis, ada getir, kadang tenang, tak jarang bergelombang, bisa dengan riak kecil, beberapa ombak besar menggulung kadang menghacur luluh lantakkan harapan… tapi setelahnya selalu muncul sesuatu yang baru entah harapan, entah cara berfikir entah cara hidup...yang pasti selalu ada.
Tapi dari semua yang aku alami terkadang kerikil kecil menjadi ganjalan yang sangat menggangu malah daya hancurnya jauh lebih dahsyat dari gelombang besar sekalipun. Kerikil kecil yang kadang datang seperti debu yang tertiup angin ntah datang darimana, ntah siapa yang menabur tiba-tiba saja hadir dan membuyarkan semua, menorehkan catatan hitam dalam lembaran hidup.
Ternyata hal yang ku anggap remeh sangat bisa membuat hidupku berubah. Hal kecil ternyata bisa menimbulkan kekacauan. Dan setelah kekacauan itu barulah muncul perubahan.
Yang sering aku tanyakan knapa setiap prubahan selalu mengiringi sesuatu yg hancur luluh lantak, tumbuh setelah kehancuran, muncul setelah segalanya buyar.
Apakah prosesnya memang digariskan demikian?! Kenapa pencerahan selalu ditemukan setelah kekacauan?!
Atau mungkin hal yang aku anggap remeh ternyata tidak se-temeh yang aku kira. Apa mungkin hal kecil yang selama ini dipandanganku sebenarnya sesuatu yang besar?!
Jawabanya masih berupa tanda tanya besar menyesaki otak ku yg sempit..
9.08.2005
Dengar Hai Dengar
Dulu mungkin sampai baru saja, saya berpendapat: orang yang cerdas adalah org yang mampu mengolah kalimat, sehingga saat mengucapkan terdengar singkat, jelas, padat dan tentu saja, tujuan penyampaian terpenuhi. Mungkin masih benar..
Tapi… Baru saja saya membaca tulisan Tabah (his blog: http://masbudi.blogspot.com) wuih! Saya jadi seperti diingatkan, ditegur J. Bahwa rupanya kecerdasan bukan hanya tercermin dari kepiawaian ber’bicara’ tapi juga kelihaian dalam mendengar.
Saya jadi berfikir sering kali org termasuk saya sendiri sibuk ‘mengungkapkan’ ide, gagasan, atau sekedar pendapat tanpa mencoba ‘tuk mendengar. Membiarkan telinga bekerja dengan seksama. Menerima ide, gagasan, atau sekedar keinginan org lain untuk berbagi pendapat. Tidak harus selalu mendengar apa yg kita sukai saja, tapi mencoba ‘memaksa’ telinga bekerja pada saat mendengar sesuatu yg tidak kita inginkan. Karena hikmah justeru dapat saja muncul dari hal yg sebenarnya tak kita ingin dengar. Kemampuan telinga kita sering menjadi tumpul karena kita terbiasa ‘memerintah’ telinga untuk melakukan pekerjaan pada saat kita memang ingin. Akibatnya telinga kita ‘tuli’ akan suara-suara indah di sekeliling. Dengarkan, saat si sedih merintih, saat si sepi butuh teman untuk mendengar kesahnya, atau seorang kecil yang mengajak bermain bisik bisik…
Banyak kita lupa untuk mendengar desir halus hembus angin, atau gemericik air hujan, mungkin juga suara cicak dan kecoak bercengkrama. Mungkin jika telinga diberi kesempatan untuk melaksanakan tugasnya dengan baik, Relung jiwa yg tuli dapat memantulkan irama indah penentram hati..
Menyedihkan Sekali Menjadi SAYA
JIka suatu hari saya dapat keluar dari dalam tubuh saya dan melihat sosok saya..tentu saya akan berujar: “menyedihkan sekali orang ini.”
Jika saya telusuri, ruang hati,
Saya akan melihat hati yang lupa bersyukur atas nikmat-Nya yang tak berhingga.
Saya akan melihat hati yang penuh goresan iri, kebencian, kesombongan yg mengotorinya.
Saya akan melihat hati yang mengeras tanpa belas kasih atas derita sesama.
Saya akan melihat hati yg rapuh dan lemah atas godaan untuk mengkhianati sang Khalik.
Lalu jika saya melihat ruang jiwa,
maka kekosongan jua yg akan saya dapati…
Dingin dan kelam..
Ah menyedihkan..lebih menyedihkan jika saya tak pernah ‘keluar’ dan menyadarinya…
Renungan, awal agust 2005
Parno Githu Lokh?!
Sudah hampir 2 minggu ini anak ku yang baru berusia 2.5 tahun selalu bangun malam. Setiap kali bangun ia selalu berteriak histeris. Padahal sejak baru lahir dia gak pernah bangun malam, apalagi nangis histeris kayak githu. Biasanya ia tidur mulai dari selesai adzan maghrib sampai adzan shubuh, baru dia bangun dan minta susu. Kalaupun celanyanya basah karena ngompol paling dia mengerang pelan dan kembali tidur. Selama diganti celana dan popoknya ia tak bergeming sama sekali. Jadi aku hampir tidak pernah mengalami bangun malam dan terkantuk-kantuk sampai pagi untuk meladeni bayiku.
Sampai 2 minggu yang lalu. Pertama kali dia terbangun langsung mencariku dan mendekapku keras dan menangis histeris. Kebetulan bicaranya sudah agak lancar, “Ibuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu sereeeeeeeeeeem. Kluar kamar ibu, Isa takut, serem,serem,serem.” Ia mengulang beberapa kali kata seram sambil menangis. Dan histerisnya akan reda segera setelah aku membawanya keluar kamar. Aku mencoba menenangkan, kuberi dia susu dan air putih. Lalu mencoba menidurkannya kembali. Perlahan aku tanya, “Isa kenapa? Serem kenapa?” dia hanya diam dan terus mendekap ku erat. Lalu aku coba menggendongnya masuk dalam kamar. Isa mulai menangis lagi meski tidak histeris, ia memaksaku untuk tidur di luar.
Dan kami pun terpaksa tertidur di ruang tivi. Setelah Isa benar-benar pulas, baru aku gendong nya masuk kembali kedalam kamar. Keesokannya kejadian itu berulang. Malah Isa mulai meracau, “ada orang, ada orang, serem serem.” Katanya sambil menangis. “DImana ‘Sa orangnya? Dikamar?” “Dikamar..” Isa mengulang pertanyaanku.
Aku penasaran, “dimana?” Isa menunjuk ke satu sudut. Lalu aku mencoba menggendongnya dan mendekati tempat yang ditunjuknya. Kurasakan Isa semakin erat memelukku dan tidak mau melihat ke arah yang tadi ia tunjuk, dia hanya bergumam, “serem, serem, Ibu keluar.” Dan kami pun tertidur lagi di ruang tivi begitu selanjutnya berulang-ulang.
Paginya aku coba bertanya pada Isa, “Sayang kamu liat apa sih tadi malam?”
Isa menjawab, “serem serem ibu.”
“Iya serem gimana? Isa koq takut
“Gak nakal, jelek. Baju item, celana biru. Rambut panjang. Mulutnya ga ada..”
Aku terhenyak dengan kata-kata Isa yg terakhir. Begitu lancar, Isa anakku yang belum genap berumur 3 tahun mendeskripsikan seseorang. Sejenak aku senang dengan perkembangannya. Tapi nak kenapa harus dengan cara ini?!
Suatu siang, kegemparan terjadi lagi. Isa yang sedang asik bermain mobilan di taman, menghambur lari ke dalam rumah sambil berseru, “Ibuuuuu serem. Isa takut ada orang jelek.” Serta merta aku menghampirinya dan memeluknya lalu setelah tenang, ku ajak Isa ke tempat ia bermain. Tak ada siapa-siapa, tapi Isa menujuk pada tempat kosong disebelah pot bunga di taman, “itu serem, gak ada mulut, bajunya putih.”
Waduh, benar benar aku dibuat bingung dengan kejadian ini. Terus terang aku sedikit keder menghadapinya. Keluarga kami cukup religius dan berusaha menjalankan agama sebaik mungkin. Dan dalam agama kami memang dijelaskan bahwa manusia hidup berdampingan dengan makhluk ghaib. Aku dan suami mengenyam cukup pendidikan, untuk tidak mempercayai hal-hal yg berbau klenik. Meskipun percaya dengan hal ghaib tapi tidak dengan hantu, dedemit, kuntilanak atau sebangsanya. Keimanan dan logika kami mengatakan ghaib adalah ghaib takan kasat mata, 4JJI telah meng-fitrah-kan seperti itu. Jadi kejadian yang menimpa anakku ini cukup memusingkan kami berdua.
Suatu hari di kantor saat itu sebenarnya hari libur tapi berhubung ada yg harus kuselesaikan, terpaksa aku ke kantor. Isa kubawa dengan harapan setelah selesai bekerja aku akan mengajak jalan-jalan. Isa menikmati bermain dg banyak ‘mainan’ di kantor. Ia senang mengitari tiap cubicle dan bersembunyi diantara ruang-ruang tersebut. Lalu sepertinya isa mengisyaratkan ingin
Aku lalu bertanya pada Isa, “sayang liat apa sih? “
“Tante diri, tapi ibu usir. Tante pergi mlotot-mlotot, Isa takut.”
“Ya udah sayang, kita pulang yuk.”
“Asik naik lift ya bu.”
Segera setelah kubereskan meja kerja, kami pun pulang. Lift telah terbuka, kami masuk tapi kembali isa mogok dan berkata, “ada kakak, nangis di situ,” ia menunjuk pojok kiri lift.
“Duh isa, biarin aja deh.” Jawabku agak gusar. Selama di lift Isa menatap terus pada pojokan yang ditunjuknya. Pfff rasanya lift ini berjalan lambat sekali.
Tiba tiba lift yang harusnya turun naik lagi ke atas tanpa aku pijit tombol apapun. Terang aku kaget aku menggendong Isa dan mencoba memijit tombol emergency. Tapi tak ada jawaban. Dan lift akhirnya turun lagi setelah mencapai lantai teratas. Aku menarik nafas lega setelah lift turn kembali dan sampai di lantai dasar. Dan perlahan pintu lift terbuka……………………tepat di depan pintu lift seorang perempuan dengan pakaian serba putih berwajah sebelah sedang berdiri, sontak membuatku berteriak Aaaaaaaaaaaaaargh. Sialan parno sih, padahal perempuan itu seorang pegawai yang juga terpaksa lembur di hari libur seperti aku. Walah ya sudah, yang ghaib memang ciptaan-Nya juga dan berada di sekitar kita, mungkin hanya penglihatan suci seperti yang kebanyakan anak kecil miliki saja yg dapat ‘menangkapnya’. Wallahuallam bisawwab.
July 2005
Mencintai Adalah Penaklukan Diri
Ternyata, mencintai itu butuh keberanian! Yah, keberanian untuk mempertaruhkan ego, mengikis ke’aku’an. Gila, selama ini saya pikir saya sering jatuh cinta, tapi sekarang saya baru mulai sadar!
Hmmm kalu dihitung, seumur lebih seperempat abad ini, saya baru 2 kali benar-benar jatuh cinta! Bener, suer! Karena baru beberapa tahun kebelakang saya benar benar BERANI melakukannya. Melunturkan pekatnya ego dalam pribadi saya, menyamarkan ke-aku-an yg dominant. Setelah, tentunya melewati proses berliku dan njelimet..
Kenapa musti njelimet dan sulit? Bukan saya yg mrancangnya seperti itu, tapi memang itu jalannya.Walau ada juga cinta yg saya rasakan tanpa proses yg ruwet..
Gak percaya?
Awal saya bertemu orang yg kelak akan saya jatuhi cinta..saya gak yakin sama sekali, bahwa dialah orangya. Lalu waktu berselang dan proses yg kami lalui, sampai akhirnya saya dan dia membuat komitment di hadapan Yang Maha..(Nah ini dia juga yg saya selalu pertanyakan saat saya belum ‘jatuh cinta’..cinta selalukah berakhir dengan kesepakatan?) Masih pada saat itu, saya berfikir saya tidak jatuh cinta. Saya hanya merasakan kebutuhan alami seorang perempuan terhadap lawan jenisnya..
Lalu, selama menjalani komitment saya mulai menemui benturan, dari mulai kerikil kecil sampai bongkah yg cukup membuat saya menyerah..Tapi saya bertahan, karena ternyata saya baru sadar kalau SAYA TELAH JATUH CINTA. Kesadaran itu hadir ketika muncul begitu banyak pengecualian untuk dia. Pengecualian, dalam artian: ketika ego dipertaruhkan saat benturan, maka saya dengan rela menginjaknya, memendam ego dalam dalam, demi mempertahankan hubungan kami, terlebih untuk mempertahankan dia. Dan lama kelamaan sadar atau tidak, ke-aku-an saya menjadi bias..walau untuk hal-hal yg memang prinsip tentu tetap dipertahankan (yah cinta juga ga sebodoh itu..;p). Untuk itu, saya rasa saya mulai takluk pada diri saya sendiri (belum sepenuhnya, masih berproses J
Kemudian saya merasakannya lagi untuk kedua kali, benar-benar at first sight!Tanpa proses ruwet dan jelimet. Tanpa kerikil tanpa bonkah besar.. Tadinya saya pikir love at first sight is nonsense. Tapi ternyata tidak, dan itu terjadi pada saya sekitar 2-3 tahun yang lalu. Saat pertama kali melihat wujudnya dlm monitor
