10.11.2005
Cita-Cita Kuuu
Susan Susan Susan kalu gede mau jadi apa? Aku kepingin pinter biar jadi dokter..
Dulu waktu masih jaman imud imud nyebelin, kalu ditanya mo jadi apa, Aku pasti jawab dengan lantang dan bangga: TUKANG LOTEK!! :D
(Kalu Kamu??)
10.10.2005
Cermin Buram Ku
Merutuk setiap saat, melayani lintasan-lintasan hati akan kutukan kutukan dan sumpah serapah atas tergoresnya harga diri yang tak seberapa…MELELAHKAN!!
KUpaksakan diri berbalik arah membaca pantulan dalam cermin yang semakin buram oleh keburukan polah tingkah…ah perlahan kotorannya kabur, dan cahaya mulai memantul dari bayang cermin. Menyeruak dari noktah yang belum ternoda. Aku Mencoba meluruhkan debu, yg menghablurkan pantulan cerminku.
Dan…
Secercah senyum, meski masih samar terpantul..
10.09.2005
Mengejar Matahari (apresiasi filmku yg ketinggalan jaman he he he)
Basi? Iya siy ;p baru nonton kemaren malam di salah satu tv swasta. Bagus, tema yang diangkat masih soal remaja tapi tidak menyajikan mimpi yang melambung. Lebih membumi dan menyajikan hidup remaja yang ga melulu ngurusi cinta, dan sok sokan bergaya dengan kekayaan orang tua, weleh. Sinematographynya apik, pengambilan gambar dan detail yang menarik. Penggambaran fisik dan cerita yang lebih mendekati nyata.. Salut buat Rudi Sujarwo dkk :)
10.08.2005
(' ' ,)
Org besar dari prusahaan besar itu berlalu sambil berbisik, “pikir-pikir klu mo pindah, hubungi saya.”
Sayang matanya tidak tertuju pd saya, melainkan teman di sebelah yang langsung sumringah ah ah ah
(tawaran yang sama, kapan singgah..pada saya? Ngarep ;p)
10.07.2005
Tanya Kenapa??
10.06.2005
Ayat Suci, Mantera-kah?
Dua malam yang lalu saya m’lihat tayangan di salah satu tivi swasta. Judulnya “Mengusir Pengaruh Setan dan Jin dalam diri Manusia.” Caranya cukup unik, “pemimpin” acara tersebut berdiri di depan jemaat dan melantunkan ayat suci, yang lebih terdengar seperti lafalan mantera dan kemudian membuat para jemaatnya gundah gelisah dan lalu menangis, meraung-raung bahkan ada yang muntah dan pingsan segala..
Ah keragaman interpretasi ayat dan hadist, menghasilkan cara-cara unik dalam melaksanakannya..dan saya sebagai manusia tanpa kapasitas apa-apa tentunya sangat tidak pantas menuduh mereka sesat, hanya saja..aneh, bagi saya yang mengikuti dan menjalankan syariah islam dengan cara yg ‘biasa-biasa’ saja (menurut saya). Wallahualambissawwab.
10.05.2005
Ramadhan Suka Cita
Alloh saya benar-benar berharap ramadhan ini jauuuuuuuuuuuuuuuuh lebih baik..
10.03.2005
Menanti Hujan Reda

Hujan deras jumat sore minggu lalu, membuat kami tertahan cukup lama di pelataran parkir blok m, hari itu. Saya sudah berulang ulang mengingatkannya untuk membawa jas hujan atau jaket pelindung, tapi dasar bandel dengan pe-de-nya dia bilang hujan tak-kan turun lagi (paling tidak sore itu). Dan ternyata ke pedeannya tidak terbukti, sodara-sodara! Hmmmpfff kembali saya dibuat kesal, gara-gara ke-ngeyelann-nya tidak mau membawa jas hujan untuk berjaga-jaga. Karena keteledorannya atau memang disengaja, kami lagi lagi terpaksa tertahan di tengah perjalanan pulang, karena harus berteduh dari hujan. Berulang-ulang saya ingatkan untuk mengisi bagasi vespa dengan jas hujan..dasar ngeyel!
Rasanya jengkel, karena sudah bisa dipastikan waktu sampai di rumah molor beberapa jam, terbuang percuma hanya karena menunggu hujan, si kecil bakal ngambek karena ortunya pulang telat.
Kejengkelan saya mulai naik ke ubun2, saat vespa masuk ke parkiran. Lagi-lagi, kami terpaksa menunggu hujan, kali ini di lorong bawah terminal blok-m. Saya hanya diam, berusaha meredakan kejengkelan. Dia cukup mengerti dengan membiarkan saya mendinginkan hati. 10, 15 menit kedepan dia mulai membuka obrolan, dari mulai si kecil sampai tingkah orang rumah. Senyum mulai mengembang dari bibir yang tadinya menkerut manyun dan lalu obrolan kami menghangat, larut dalam gelak dan canda.
Ah rasanya sudah lama sekali kami tidak terbahak seperti ini. Mungkin kami terlalu lama larut dan disibukkan dengan segala macam rencana masa depan dan usaha mewujudkan impian dan tanpa sadar terobsesi, memenuhi tuntutan hidup. Melupakan sisi romantic masa remaja, yang tanpa beban dan penuh cinta seperti 4-5 tahun lalu…(cie :o)
Tapi hari itu percakapan menanti hujan reda menjadi momen magic bagi kami. Mengembalikan kami ke masa saat semuanya serba ringan dan apa adanya, tanpa beban (yang terlanjur diberat-beratkan). Menjadikan ketegangan akhir-akhir ini, sebagai lelucon dan mentertawakannya sebagai kekonyolan yang menyesatkan. Mencoba mengembalikan obsesi menjadi keinginan2 wajar dan ga ngoyo. Kembali mengingat nikmatnya menjalani proses, bukan terjebak pada perwujudan tujuan yang dipaksakan.
Yah Yah rasanya kami memang perlu tertawa, menertawakan mimpi, menertawakan hidup, menertawakan diri sendiri..
Ah hujan, membasuh hati kami dengan tawa yang dibawanya dari langit…dan saat ia merintik…. Ajaib! Kami dapat melihatnya kembali sebagai kilauan butir air nan cantik....seperti 4-5 tahun lalu :)
Setelah hujan reda, beban di pundak kami masihlah sama, hanya saja terasa lebih ringan :)
