4.28.2006
"Ouh Panteess.."
Suatu malam yg masih sangat muda, bermandikan cahaya bulan, dengan kicauan burung hantu..(nah lho).. duduk 2 sosok perempuan di bawah sebuah pohon rindang dan bercakap cakap……
Munah: Yem jatuh cinta itu indah ya
Parkiyem: oya?
Munah: Iya, rasanya berbunga-bunga dan ingin selalu dekatnya (munah melantunkan sebait lagu dangdut, ciptaan endang saepudin yg dipopulerkan oleh inul daranista)….
Karena tak tahan dengan siksaan entah rintihan, entah erangan yg dilantunkan munah, parkiyem menyela,
Parkiyem: oh iya nah indah, aku tau (sambil mengosok kupingnya yg berdenging dengan kepalan tangan yg ditiup)
MUnah: Iya yem, kamu tau kan tukijo
Parkiyem: tukang ojek yg mangkal depan kampus UJM? Yang kumisan, yang rambutnya keriting yang…
MUnah: iya, iya kamu merhatiin juga ya?
Parkiyem: ga sih, cuman pernah aja ke pasar naik ojeknya
MUnah: iya aku lagi deket nih sama dia. Masak ya nem klu mo ke pasar aku ditegur, “ojek neng” trus ditungguin sampe beres belanja, udah gitu dianterin pulang sampe rumah dan belanjaanku diangkutin sampe ke dalem rumah. Terus ga lupa ngasi senyum sebelum dia pulang.
Parkiyem: oh jadi kamu naik ojeknya tukijo, pulang pergi belanja, gratis, ga bayar? Trus diangkutin pula sampe ke rumah? Wah wah
Munah: ya nggak gratis yem, aku bayar malah jauh lebih banyak bayarannya dari ojek yg lain, udah gitu di rumah aku kasih dia minum deh.
Parkiyem hanya diem dan bergumam dalam hati ….”pantes”
Munah: Yem dia itu baik banget…kalo aku minta anter pasti dianterin
Parkiyem: oya, dianterin gratis?
Munah: gratis?!, ya bayar dong yem! dia kan tukang ojek, ntar bensinnya dari mana..
Parkiyem bingung lagi, lah terus baiknya dimana? Kan semua yg dilakuin si tukijo wajar wajar aja sebagai tukang ojek yang rindu order……percakapan berlanjut
Munah: trus ya yem pernah dia nyengajain muter muter dulu baru nganter aku pulang ke rumah..lucu ya yem?!
Parkiyem: ouh emang muter kemana?
Munah: Iya lewat jalan belakang, waktu itu jalan depan portalnya ditutup…
Parkiyem lagi lagi menghela napas dan bergumam ….”pantes”
Munah: Yem kalu gitu berarti dia naksir aku ya?
Parkiyem: Mana aku tau, kamu tanya aja sama dia..
MUnah: ih emang nya aku cewe apaan..
Parkiyem: emang kamu suka sama dia?
Munah: sejak pandangan pertama (dan munah kembali menyayikan seuntai lagu dangdut, kali ini ciptaan bang haji oma siraman, dan dipopulerkan oleh penciptanya sendiri)
dan.....Parkiyem pingsan………….
Munah: Yem jatuh cinta itu indah ya
Parkiyem: oya?
Munah: Iya, rasanya berbunga-bunga dan ingin selalu dekatnya (munah melantunkan sebait lagu dangdut, ciptaan endang saepudin yg dipopulerkan oleh inul daranista)….
Karena tak tahan dengan siksaan entah rintihan, entah erangan yg dilantunkan munah, parkiyem menyela,
Parkiyem: oh iya nah indah, aku tau (sambil mengosok kupingnya yg berdenging dengan kepalan tangan yg ditiup)
MUnah: Iya yem, kamu tau kan tukijo
Parkiyem: tukang ojek yg mangkal depan kampus UJM? Yang kumisan, yang rambutnya keriting yang…
MUnah: iya, iya kamu merhatiin juga ya?
Parkiyem: ga sih, cuman pernah aja ke pasar naik ojeknya
MUnah: iya aku lagi deket nih sama dia. Masak ya nem klu mo ke pasar aku ditegur, “ojek neng” trus ditungguin sampe beres belanja, udah gitu dianterin pulang sampe rumah dan belanjaanku diangkutin sampe ke dalem rumah. Terus ga lupa ngasi senyum sebelum dia pulang.
Parkiyem: oh jadi kamu naik ojeknya tukijo, pulang pergi belanja, gratis, ga bayar? Trus diangkutin pula sampe ke rumah? Wah wah
Munah: ya nggak gratis yem, aku bayar malah jauh lebih banyak bayarannya dari ojek yg lain, udah gitu di rumah aku kasih dia minum deh.
Parkiyem hanya diem dan bergumam dalam hati ….”pantes”
Munah: Yem dia itu baik banget…kalo aku minta anter pasti dianterin
Parkiyem: oya, dianterin gratis?
Munah: gratis?!, ya bayar dong yem! dia kan tukang ojek, ntar bensinnya dari mana..
Parkiyem bingung lagi, lah terus baiknya dimana? Kan semua yg dilakuin si tukijo wajar wajar aja sebagai tukang ojek yang rindu order……percakapan berlanjut
Munah: trus ya yem pernah dia nyengajain muter muter dulu baru nganter aku pulang ke rumah..lucu ya yem?!
Parkiyem: ouh emang muter kemana?
Munah: Iya lewat jalan belakang, waktu itu jalan depan portalnya ditutup…
Parkiyem lagi lagi menghela napas dan bergumam ….”pantes”
Munah: Yem kalu gitu berarti dia naksir aku ya?
Parkiyem: Mana aku tau, kamu tanya aja sama dia..
MUnah: ih emang nya aku cewe apaan..
Parkiyem: emang kamu suka sama dia?
Munah: sejak pandangan pertama (dan munah kembali menyayikan seuntai lagu dangdut, kali ini ciptaan bang haji oma siraman, dan dipopulerkan oleh penciptanya sendiri)
dan.....Parkiyem pingsan………….
4.19.2006
HUNTING Euy...
Bulan2 terakhir ini saptu minggu saya manfaatkan untuk hunting. Bukan begayaan seperti bangsawan inggris, pergi berburu ke hutan, Bukan berburu rusa atau gajah di afrika, tapi hunting rumah. Iya! Kebutuhan yg sudah sepatutnya dipenuhi, klu ga sekarang kapan lagi ?!
So tiap minggu nyiapain tenaga, dan menguatkan hati. Tenaga jelas perlu, karena sudah pasti daerah perburuan adalah tempat nan jauh di pelosok agar harganya bisa diakurkan dengan isi kantong. Menguatkan hati, perlunya untuk menghadapi kenyataan yang ga sesuai harapan ;-p yah maklum meski kantong tipis harapan sih punya tempat tinggal dg luas bangunan cukup dan tanah luega, weleh hari gene?!?!? Tapi berharap boleh tokh?! Apalagi klu referensinya brosur, yang isinya melambungkan khayalan si calon pembeli, dari mulai, lokasi kesampaian daerah pemukiman, fasilitas, desain dan bentuk rumah sampai harga.
Brosurnya di buat sedemikian rupa sehingga calon pembeli terbuay khayalan dan berharap banyak he he he
Hunting day I
Adalah satu inceran, tempatnya jauh dari rumah mertua, klu yg ini brosurnya jujur kacang ijo. Maksudnya antara gambaran dan kenyataan ga jauh beda. Tempatnya jauh dari starting point (rumah mertua), tapi dekat rumah saudara. Perumahan baru dg luas banguanan dan tanah 48/120, cukup luas dan klu dilihat dari rumah contohnya cukup menarik. Warna depan rumah biru muda, tata ruang nya cantik, dibagi menjadi 5 ruang besar, terdiri dari 2 kamar tidur yang mengapit 1 kamar mandi, ruang tamu, ruang keluarga dan dapur, sehingga rumah mungil itu terasa luas. Di depan ada dua pintu masuk, pintu uatam menuju ruang tamu dan pintu langsung menuju dapur. Luas sisa tanah di belakang sekitar 32 m2. Bisa dimanfaatkan untuk pengembangan ke depan atau untuk lahan bermain si mbem.
Karena perumahan baru, infrastruktur nya belum tertata baik malah kemungkinan baru akan rapi 2-3 tahun kedepan, weleh. Ini menjadi point minus untuk perumahan ini. Yah baru satu perjuangan masih panjang nih (padahal hampir kesusu bayar booking fee, kadung naksir sih!)
Hunting day II
Gagal total karena brosurnya tidak memberikan informasi yg benar dan sesuai kenyataan di lapangan. Tadinya kami pikir kita yg salah baca peta, ga taunya emang brosurnya ngaco. Ini nih butuh kekuatan hati he he. Belum selesai hari sudah hujan deras pula, berhubungan si kecil ikut, ga bisa terabas hujan, walhasil neduh ria di warung kopi, sambil nyruput teh panas dan makan gorengan alhamdulillah, “allohuma soyibannafi’a” besok besok cari lagi, tetap semangat kata Pak Zuki :o)
Hunting minggu minggu selanjutnya
Semangat sedikit meluntur. Takut kecewa, karena expectasi terlalu tinggi, weleh harus meluruskan niat nih! Akhirnya coba yang ga jauh dari rumah mertua..1 kilo, dua, lima dan setelah 1/5 jam perjalanan ditempuh si Vespa Biru , dapat juga plang harapan. Plang cluster cukup menarik. Belok masuk dari jalan utama hanya 100 meteran. Unitnya ga banyak hanya sekitar 50. Siap bangun, pondasi sudah terpasang. Langsung ketemu developernya, wajah wajah ramah dan lalu berkutat dengan angka-angka dan perhitungan rumit. Weleh beli rumah ini ternyata membuat kening saya semakin mengernyit, bukan hanya oleh perhitungan rupiah yg harus dikeluarkan, tapi juga saat sang marketing membeberkan istilah istilah, AJB, BPHTB, PPN, KPR hadduh binantang apa itu?!?!?!? Dan saat total di sebutkan mata saya sedikit terbelalak, meski jantung ini ga sampai melorot ke kaki ;p
Ah hunting lagi, SEMANGAT!!!
Bulan bulan selanjutnya.. (hiperbol, baru bulan ketiga ding ;p)
Berlanjut dari satu perumahan ke perumahan lain, dan jaraknya pun semakin jauuuuuuuuuuuuuuuuuuuh dari starting point. Bertemu bentuk bentuk rumah yang unik, indah sampai yang aneh. Berhadapan dengan wajah2 penuh senyum, ramah ada juga yg cuek bebek , (mungkin bermasalah dg bau mulut?) dan (maap) bau ketek ;p. Berkutat dengan angka angka dan ‘binatang aneh’ istilah dalam pembiayaan perumahan dan KPR.
Sampai akhirnya…………………… (pake soundtrack musik yg super duper dramatic, diiringi kilauan cahaya ke sebuah rumah, di suatu tempat dengan dibimbing oleh bidadara (laki soale, bukan pe’re’) dan kembali diringi musik yg lebih dramatic lagi..halah jadi ngaco ;p
Yah sekedar ilustrasi klu akhirnya semangat, perjuangan, cucuran keringat, air mata dan darah (hiperbol, asli!) membuahkan hasil. Kami akhirnya menemukan yang kami impi impikan, sebuah rumah, mungil, tidak terlalu luas tapi cukup untuk kami, desain minimalis, cukup kokoh (klu liat rumah contoh), lokasinya juga ga jauh dari 3 titik penting yaitu: rumah mertua, rumah kaka dan rumah ipar, ga jauh juga dari jalan utama, sarana air bersih, system pembuangan, listrik, telefon sudah terpasang, ada mushola kecil dalam perumahan hanya terpaut 2 blok dari kavling yang kami booking. Spec rumahnya menggunakan bahan2 kualitas menengah dan yang penting: KANTONG FRIENDLY!! He he alhamdulillah
So pantes kan klu pengantarnya tadi begitu dramatis :-)
Well sekarang tinggal usaha, doa dan tawakal semoga yang sudah kami pilih ini, memang yang terbaik yang diperuntukan bagi kami, amin..
So hunting rumah? Sapa takut (ngomongnya sambil mo nangis, hhhhhhh cape, tapi legaaaa), sok atuh sharing :-)
So tiap minggu nyiapain tenaga, dan menguatkan hati. Tenaga jelas perlu, karena sudah pasti daerah perburuan adalah tempat nan jauh di pelosok agar harganya bisa diakurkan dengan isi kantong. Menguatkan hati, perlunya untuk menghadapi kenyataan yang ga sesuai harapan ;-p yah maklum meski kantong tipis harapan sih punya tempat tinggal dg luas bangunan cukup dan tanah luega, weleh hari gene?!?!? Tapi berharap boleh tokh?! Apalagi klu referensinya brosur, yang isinya melambungkan khayalan si calon pembeli, dari mulai, lokasi kesampaian daerah pemukiman, fasilitas, desain dan bentuk rumah sampai harga.
Brosurnya di buat sedemikian rupa sehingga calon pembeli terbuay khayalan dan berharap banyak he he he
Hunting day I
Adalah satu inceran, tempatnya jauh dari rumah mertua, klu yg ini brosurnya jujur kacang ijo. Maksudnya antara gambaran dan kenyataan ga jauh beda. Tempatnya jauh dari starting point (rumah mertua), tapi dekat rumah saudara. Perumahan baru dg luas banguanan dan tanah 48/120, cukup luas dan klu dilihat dari rumah contohnya cukup menarik. Warna depan rumah biru muda, tata ruang nya cantik, dibagi menjadi 5 ruang besar, terdiri dari 2 kamar tidur yang mengapit 1 kamar mandi, ruang tamu, ruang keluarga dan dapur, sehingga rumah mungil itu terasa luas. Di depan ada dua pintu masuk, pintu uatam menuju ruang tamu dan pintu langsung menuju dapur. Luas sisa tanah di belakang sekitar 32 m2. Bisa dimanfaatkan untuk pengembangan ke depan atau untuk lahan bermain si mbem.
Karena perumahan baru, infrastruktur nya belum tertata baik malah kemungkinan baru akan rapi 2-3 tahun kedepan, weleh. Ini menjadi point minus untuk perumahan ini. Yah baru satu perjuangan masih panjang nih (padahal hampir kesusu bayar booking fee, kadung naksir sih!)
Hunting day II
Gagal total karena brosurnya tidak memberikan informasi yg benar dan sesuai kenyataan di lapangan. Tadinya kami pikir kita yg salah baca peta, ga taunya emang brosurnya ngaco. Ini nih butuh kekuatan hati he he. Belum selesai hari sudah hujan deras pula, berhubungan si kecil ikut, ga bisa terabas hujan, walhasil neduh ria di warung kopi, sambil nyruput teh panas dan makan gorengan alhamdulillah, “allohuma soyibannafi’a” besok besok cari lagi, tetap semangat kata Pak Zuki :o)
Hunting minggu minggu selanjutnya
Semangat sedikit meluntur. Takut kecewa, karena expectasi terlalu tinggi, weleh harus meluruskan niat nih! Akhirnya coba yang ga jauh dari rumah mertua..1 kilo, dua, lima dan setelah 1/5 jam perjalanan ditempuh si Vespa Biru , dapat juga plang harapan. Plang cluster cukup menarik. Belok masuk dari jalan utama hanya 100 meteran. Unitnya ga banyak hanya sekitar 50. Siap bangun, pondasi sudah terpasang. Langsung ketemu developernya, wajah wajah ramah dan lalu berkutat dengan angka-angka dan perhitungan rumit. Weleh beli rumah ini ternyata membuat kening saya semakin mengernyit, bukan hanya oleh perhitungan rupiah yg harus dikeluarkan, tapi juga saat sang marketing membeberkan istilah istilah, AJB, BPHTB, PPN, KPR hadduh binantang apa itu?!?!?!? Dan saat total di sebutkan mata saya sedikit terbelalak, meski jantung ini ga sampai melorot ke kaki ;p
Ah hunting lagi, SEMANGAT!!!
Bulan bulan selanjutnya.. (hiperbol, baru bulan ketiga ding ;p)
Berlanjut dari satu perumahan ke perumahan lain, dan jaraknya pun semakin jauuuuuuuuuuuuuuuuuuuh dari starting point. Bertemu bentuk bentuk rumah yang unik, indah sampai yang aneh. Berhadapan dengan wajah2 penuh senyum, ramah ada juga yg cuek bebek , (mungkin bermasalah dg bau mulut?) dan (maap) bau ketek ;p. Berkutat dengan angka angka dan ‘binatang aneh’ istilah dalam pembiayaan perumahan dan KPR.
Sampai akhirnya…………………… (pake soundtrack musik yg super duper dramatic, diiringi kilauan cahaya ke sebuah rumah, di suatu tempat dengan dibimbing oleh bidadara (laki soale, bukan pe’re’) dan kembali diringi musik yg lebih dramatic lagi..halah jadi ngaco ;p
Yah sekedar ilustrasi klu akhirnya semangat, perjuangan, cucuran keringat, air mata dan darah (hiperbol, asli!) membuahkan hasil. Kami akhirnya menemukan yang kami impi impikan, sebuah rumah, mungil, tidak terlalu luas tapi cukup untuk kami, desain minimalis, cukup kokoh (klu liat rumah contoh), lokasinya juga ga jauh dari 3 titik penting yaitu: rumah mertua, rumah kaka dan rumah ipar, ga jauh juga dari jalan utama, sarana air bersih, system pembuangan, listrik, telefon sudah terpasang, ada mushola kecil dalam perumahan hanya terpaut 2 blok dari kavling yang kami booking. Spec rumahnya menggunakan bahan2 kualitas menengah dan yang penting: KANTONG FRIENDLY!! He he alhamdulillah
So pantes kan klu pengantarnya tadi begitu dramatis :-)
Well sekarang tinggal usaha, doa dan tawakal semoga yang sudah kami pilih ini, memang yang terbaik yang diperuntukan bagi kami, amin..
So hunting rumah? Sapa takut (ngomongnya sambil mo nangis, hhhhhhh cape, tapi legaaaa), sok atuh sharing :-)
4.12.2006
Menye Menye Menye Mneye Menye....
Tadi malem, iseng banget, perut sakit tapi ga bisa tidur, jadinya iseng cari pelem, yang juga iseng dipinjem dari sudara…
Dari awal tu pelem udah dapet rekomendasi buruk dari beberapa teman, salah satunya ini lho.
Tapi nekat nonton, kali kali bisa buat obat sakit perut?!
Ternyata tu pelem isinya cuman perempuan cantik, berkaki panjang, mulus dengan pakaian hampir semua kurang bahan, tapi bagus bagus sih ;p beradu dialog dengan lelaki ganteng dengan gaya dan penampilan metroseksual, gue rasa ni pelem dapet sposnsor gede dari desainer, bajunya bagus bagus banget..dan isi dialognya menye menye menye menye menye menye menye..ga da yang lain yang dibicarain selain menye menye menye menye menye menye menye menye menye menye menye menye dan MENYE!!!!
Dan sakit perut gue sekarang ditambah dengan penyesalan seumur hidup karena berani beraninya nonton tuh pelem…:(
Dari awal tu pelem udah dapet rekomendasi buruk dari beberapa teman, salah satunya ini lho.
Tapi nekat nonton, kali kali bisa buat obat sakit perut?!
Ternyata tu pelem isinya cuman perempuan cantik, berkaki panjang, mulus dengan pakaian hampir semua kurang bahan, tapi bagus bagus sih ;p beradu dialog dengan lelaki ganteng dengan gaya dan penampilan metroseksual, gue rasa ni pelem dapet sposnsor gede dari desainer, bajunya bagus bagus banget..dan isi dialognya menye menye menye menye menye menye menye..ga da yang lain yang dibicarain selain menye menye menye menye menye menye menye menye menye menye menye menye dan MENYE!!!!
Dan sakit perut gue sekarang ditambah dengan penyesalan seumur hidup karena berani beraninya nonton tuh pelem…:(
4.07.2006
SUATU KETIKA
Kemarin sempat lelah dengan segala aktifitas dan rutinitas. Bosan, rasanya ingin istirahat,..sebentar saja. Berharap dapat terbang ke suatu tempat yang sunyi dan tenang bersama ‘pasukan’ dan nyepi..bertiga saja…Tapi
Mimpinya harus di tunda perwujudannya karena: baru beberapa bulan masuk di kantor baru, blum dapat jatah cuti sampe masa probation selesai (which is going to be this month, HOREE!!). Kedua, uang ga cukup karena harus mengencangkan ikat pinggang u/ mimpi lain yang sudah seharusnya diwujudkan dan di dahulukan (memiliki tempat berteduh sendiri, meski kecil, mungil yang penting punya sendiri..). Dan ketiga, haduh tempat tujuan yg seperti saya mimpikan itu jauh sekaliiiii. Jadi yah ditelan saja dulu dan dijadikan harapan untuk diwujudkan di suatu masa mendatang ;p
Lalu dalam rangka memenuhi kelengkapan untuk wujudnya mimpi lain diatas mengenai tempat berteduh milik sendiri, akhirnya ‘memaksa’ saya datang ke kantor lama. Di sana bertemu teman2 lama. Awalnya hanya akan singgah sebentar, sedikit basa basi lalu cabut. Tapi ternyata saya tidak pernah bisa menolak keramahan teman2 yang baik ini. Lama tak bertemu, membuat kami banyak menyimpan cerita dan akhirnya ‘wajib’ dibagikan untuk melepas kangen dan mengetahui perkembangan terakhir masing-masing. Wah rasanya menyenangkan bertemu teman2 yang baik ini yang selalu memberi semangat demi wujudnya mimpi-mimpi saya, termasuk meninggalkan kantor itu he he.
Dan saat itu tanpa saya rencanakan, saya berdamai dengan hati saya. Saat saya meninggalkan kantor ada luka yg saya tinggal pada seseorang dan hari itu paling tidak lukanya terobati, alhamdulillah.
Ah rasanya mimpi tentang tempat sepi nan jauh tidak usah buru diwujudkan, tokh rasa lelah dan bosan ternyata bisa di hilangkan dengan bertemu teman lama dan berbagi cerita. Dan meminjam istilah dari penulis ini , pundi pundi nutrisi jiwa saya terisi kembali……:)
Mimpinya harus di tunda perwujudannya karena: baru beberapa bulan masuk di kantor baru, blum dapat jatah cuti sampe masa probation selesai (which is going to be this month, HOREE!!). Kedua, uang ga cukup karena harus mengencangkan ikat pinggang u/ mimpi lain yang sudah seharusnya diwujudkan dan di dahulukan (memiliki tempat berteduh sendiri, meski kecil, mungil yang penting punya sendiri..). Dan ketiga, haduh tempat tujuan yg seperti saya mimpikan itu jauh sekaliiiii. Jadi yah ditelan saja dulu dan dijadikan harapan untuk diwujudkan di suatu masa mendatang ;p
Lalu dalam rangka memenuhi kelengkapan untuk wujudnya mimpi lain diatas mengenai tempat berteduh milik sendiri, akhirnya ‘memaksa’ saya datang ke kantor lama. Di sana bertemu teman2 lama. Awalnya hanya akan singgah sebentar, sedikit basa basi lalu cabut. Tapi ternyata saya tidak pernah bisa menolak keramahan teman2 yang baik ini. Lama tak bertemu, membuat kami banyak menyimpan cerita dan akhirnya ‘wajib’ dibagikan untuk melepas kangen dan mengetahui perkembangan terakhir masing-masing. Wah rasanya menyenangkan bertemu teman2 yang baik ini yang selalu memberi semangat demi wujudnya mimpi-mimpi saya, termasuk meninggalkan kantor itu he he.
Dan saat itu tanpa saya rencanakan, saya berdamai dengan hati saya. Saat saya meninggalkan kantor ada luka yg saya tinggal pada seseorang dan hari itu paling tidak lukanya terobati, alhamdulillah.
Ah rasanya mimpi tentang tempat sepi nan jauh tidak usah buru diwujudkan, tokh rasa lelah dan bosan ternyata bisa di hilangkan dengan bertemu teman lama dan berbagi cerita. Dan meminjam istilah dari penulis ini , pundi pundi nutrisi jiwa saya terisi kembali……:)
