5.26.2006

AIR CUCURAN ATAP JATUHNYA KE PELIMBAHAN JUGA


“Dalam pengetahuan saya yang sempit, cuma 2 orang yang melakukan kesalahan konyol yang hampir mirip:
Terlewat saat akan menuju ke tempat tujuan, dan saat berbalik arah kembali tempat tujuan terlewat, akibat terlalu lelap dalam bis kota, itu saya dan ayah saya."

Waktu kecil saya dikenal sebagai pengarang sair lagu paling asal dan penuh spontanitas.
Ya lah anak kecil githu loch sampai sekarang meskipun pernah melewati masa menjadi anak kecil masih selalu di buat tertakjub takjub dg
Anak kecil ini yg dititipkan alloh pada kami.
Kembali ke masa kecil saya yang kata ibu suka betul bernyanyi lagu yg sairnya di karang berdasarkan apapun yg saya lihat. Contoh jika saya mlihat pohon maka saya akan bernyanyi pohon besar hijoooo daunnyaaaaa baaaaaaaaaanyak sereeeeem ada demitnyaaaaah…..dinyanyikan dg nada dasar yg ga jelas do re mi –nya yg panjang pendek sudah pasti amburadul dengan suara yg kayak bebek kegencet sepatu :)
Begitu seterusnya jika melihat mobil, rumah, pertokoan, gedung gedung sawah dan lain sebagainya maka sair lagu saya pun akan terus berlompatan ke sana kemari tergantung apa yg saya lihat.
Dan dengan beraninya saya selalu tampil dan sangat senang pujian dari org (pedahal gada yg muji sih ;p). Apalagi jika org-org menoleh dan tersenyum, kadang ada oom oom ato tante tante yang mau ngorbanin duit cepean atau sebungkus permen demi terciptanya kenyaman dan ketenangan, tak terganggu suara sember nan cempreng dari lagu ngasal seorang anak kecil yang kepedean, ada juga yang hanya mensenyumi saya (mungkin mrasa tergangu tapi ga tega mo bilang “de cakepan diem deh”) dan saya dengan ge ernya kan menanggapi senyuman mereka sebagai pujian dan saya pun makin bergaya plus mengencangkan vocal saya yang amburadul…parrah kan?!

Dan rupanya tetesan air jatuhnya ke pelimbahan juga.
Anak kecil ini rupanya mewarisi bakat dr ibunya yang suka ngarang bebas dan menyanyikannya penuh spontanitas. Suatu hari waktu sedang nonton film power ranger kesukaannnya, tiba2 dia bangun dan langsung menuju kamar mandi, “bu isa mo o’o (terj. bab) ya” selorohnya. Di kamar mandi sambil konsentrasi memusatkan tenaga pada ritual kamar mandinya, Isa sempat sempatnya bersenandung..:”power renjer ciciiiiiiiii (terj. bak) , power renjer o’oooooooooo….” GUBRAK!! ck ck ck rupanya bakat amburadul ini di adopt dengan baik dan benar oleh Isa.

Jadi menghayal kelak saat isa besar dan punya blog sendiri dia akan menulis:
“Setahu saya hanya ibu dan saya yang suka mengarang syair konyol dan menyanyikannya dengan penghayatan penuh di hadapan publik.” :D

5.19.2006

SALTUM


Apa yang sebaiknya dilakukan kalu salah kostum. Salah memadankan pakaian dengan suasana yang tepat. Weleh pastinya jadi krisis pede, salting, berharap invisible, pengin buru2 cabut, dan ngabur he he he
Dan kejadian sedikit memalukan ini terjadi pada saya hari ini. Hari jumat itu biasanya hari santai menjelang akhir minggu. So di kantor biasanya para pegawai lebih santai berpakaian, ga pake stelan resmi seperti hari biasa, bapak bapak yang muslim kadang pakai baju koko, oom oom bule malah pakai batik. Ibu ibunya pakai pakaian casual, celana jeans, kaos atau blouse casual. Pokoknya santai lah.


Nah entah kesambet apa, hari jumat itu, niatnya pakai baju santai, eh malah pakai baju yg mirip2 baju kondangan. Critanya seh mo tampil beda, tapi koq jadinya aneh dan malah bikin rasa pede jadi anjlok. Pokonya baju yang saya pake hari ini rada aneh bin muin dan ‘ga gue bgt’ getho. Dari mulai masuk gedung kantor teman pertama yg bertemu ngomentarin:”wah India style nih” saya cuman mesem. Lalu bertemu org kedua yang cuman mantengin dari atas ke bawah trus senyum senyum prihatin, seterusnya ketemu yang lain ada yg mesem, ada yg ngliatin sambil senyum geli sendiri, teman teman dekat malah ngomentarin: “weleh kirain tadi Lutfiah Sungkar.” “ini baju sama orang kok sama panjang sih?” Ada juga yang bilang: ”weh ini pentolan group sonetanya Roma Irama ya. Judi, judiii tett” sambil meragain gaya bang haji manggung dengan gitar mengayun dari atas ke bawah, duh. Satu lagi komentar sopan tapi dalem, “haduh vaye kamu mo beramal ya, pake baju yang bisa nyapuin trotoar skalian…” hiks kejam!!

Rasanya pengin ngilang, sembunyi dibalik tampah raksasa, berharap jadi Jinny yang bisa seketika mrubah pakaiannya sesuai kehendak, jadi TULTUM (betul kostum ;p) atau paling tidak, bisa ngabur dalam sekejap dan hilang dari pandangan org2. bukannya gerah sama komen komen penuh perhatian itu tapi sayanya sendiri juga ga nyaman.

Walhasil jadinya semedi, ga brani branjak dari kubus, nahan (maap) pipis dan bela bela’in kehausan ga ambil minum di pantry. (Untung ada
bidadari baik hati yang jelita nan rupawan (katita, jgn geer..:) yang rupanya selalu siap baju serep buat jaga jaga, mau meminjamkan pakaian yg lebih beradab dan manusiawi dan yang penting tidak jadi tontonan ronggeng monyet sepanjang waktu jam kerja. Dan tidak perlu susyah payah merogoh kantong untuk membeli pakaian yg tidak mengundang senyum dan komentar orang ha ha ha, lagian hari gene beli baju tanpa perincian dana dan perencanaan yang jelas, bukan gue banget getho :)
Salah kostum ga lagi lagi dah, kapok
!!


5.16.2006

Jumat-Saptu-Minggu......sampai Senin

Jumat sore cabut ke Bandung ada pertemuan rutin keluarga suami dan sekalian nengok teman yg baru lahiran, (selamat ya jeng Astrid, sudah sempurna jadi ibu neh, alhamdulillah).
Saptu sore selesai acara utama nengok Astrid & Baby Hanif ke dago atas, pulangnya nyusuri Bandung, ga da yg menarik selain menggunungnya tumpukan sampah yg sudah menguasai hampir setiap pinggiran jalan ugh…saya pun bukan penggila belanja di FO=Fenguras Oeang (kecuali ada yg mo bayarin he he) palingan jalan di sekitar kampus gajah duduk main di taman ganesha, hmmm rupanya masih banyak burung berkeliaran bebas disana, ini yg mungkin cukup menarik..selebihnya bau kotoran kuda yg mematikan selera makan siomay, martabak mini, youghurt atau es duren di pinggir jalan, hmpfff setidaknya program diet jadi berjalan dengan baik akhir minggu ini :)
Minggu pagi balik ke Jakarta, sedianya akan pulang senin, tapi dapat kabar adik ibu harus di rawat di rumah sakit. Sorenya buru buru bezoek, agak khawatir dengan keadaan tante yg lemah (abis bandel ga mau makan obat) alhamdulilah kondisi membaik setelah dibezoek cucunya nan badung dan bergigi rongak :)
Senin pagi aaaaaaaaaaaah senangnya ga usah bangun sebelum ayam jantan berkokok dan buru buru ke kantor, cuti itu memang betul2 menyenangkan. Ga musti pergi jauh kemana2, cukup dinikmati saja setiap momen keleluasaan waktu bermain dengan Isa dan ayahnya…agak siang pergi ke tempat bermain yg dekat saja, sambil mlihat perkembangan pembangunan rumah mungil kami, aih temboknya sudah berdiri, dan aha kusen kusen pintunya sudah terpasang :)
Hmmmm alhamdulillah nikmat sekecil apapun jika disyukuri rasanya lebih gemanaaa gethoo :)

This page is powered by Blogger. Isn't yours?