6.23.2006
Mentok? Cari Jalan Lain Getho..
Sudah bebrapa hari ini org rumah dibuat kesal. Seekor tikus hitam legam berukuran sebesar kucing remaja mondar mandir saban maghrib dalam rumah. Karuan seisi rumah parno. Selain jorok, kotor dan bau ini juga menjadi terror penyebaran bibit penyakit.
Dan lalu kita cari cara untuk memburunya, atau paling tidak menghambat jalan masuknya ke dalam rumah. Dimulai dg mempelajari jalur umum si tikus. Rupanya dia selalu keluar dari kamar mandi. Si bandel ini masuk melalui saluran pembuangan di kamar mandi dan berhasil membobol kusen pintu kamar mandi yg memang sudah lapuk lalu menuju ruang keluarga melewati ruang nonton tivi langsung menuju dapur. Di sini kita kehilangan jejak, ntah dimana dia sembunyi sampai akhirnya sebelum shubuh dia sudah keluar lagi melewati jalur yg sama.
Sekedar intermezzo tikus ini setiap kita membicarakan Org No.2 di Indonesia serta merta dia pun menampakan diri yg membikin perempuan seisi rumah terpekik pekau ‘menyambut’ kehadirannya dan kontan para lelaki mengambil senjata berupa sapu dan batang kayu panjang untuk menghantam. Tapi dia selalu lolos. Iseng iseng di kita namai saja JK (Peace pak yusuf :)
Tak lupa, perangkap dipasang di setiap tempat yg kira kira mungkin disatroni si JK . Tapi dia selalu berhasil lolos. Kemudian setiap lubang yg dia buat, kami tutup diganjal dengan batu, sapu dan terakhir malah di semen ulang atau dipaku dan diperkuat agar tahan terhadap serangan gigi tajamnya.
Dan boombastis! Dia masih saja bisa melenggang keluar masuk rumah dg santainya, Hebat!! Malahan saya perhatikan si JK ini makin geboy aja, kenyang dia dg hasil buruannya dalam rumah kami.
Belakangn si JK merubah jalur masuknya lewat pintu depan dg membobol kusen jendela dekat pintu depan rumah. Sebelumnya memang ada celah di kusen itu dan dia berhasil menggerogotinya menjadi lubang besar dan dijadikan alternative jalan masuk setelah saluran pembuangan kami tutup.
Betul betul hebat si JK. Saya jadi belajar dari dia yang pantang menyerah dan mau terus mencari kemungkinan lain saat menemui jalan buntu. Mungkin baginya jalan tidak akan pernah tertutup selama masih mau berusaha dan tidak putus asa, hmmm buat kita manusia di tambah sabar dan tawakal pada Yang Maha, kali ya….:)
Dan lalu kita cari cara untuk memburunya, atau paling tidak menghambat jalan masuknya ke dalam rumah. Dimulai dg mempelajari jalur umum si tikus. Rupanya dia selalu keluar dari kamar mandi. Si bandel ini masuk melalui saluran pembuangan di kamar mandi dan berhasil membobol kusen pintu kamar mandi yg memang sudah lapuk lalu menuju ruang keluarga melewati ruang nonton tivi langsung menuju dapur. Di sini kita kehilangan jejak, ntah dimana dia sembunyi sampai akhirnya sebelum shubuh dia sudah keluar lagi melewati jalur yg sama.
Sekedar intermezzo tikus ini setiap kita membicarakan Org No.2 di Indonesia serta merta dia pun menampakan diri yg membikin perempuan seisi rumah terpekik pekau ‘menyambut’ kehadirannya dan kontan para lelaki mengambil senjata berupa sapu dan batang kayu panjang untuk menghantam. Tapi dia selalu lolos. Iseng iseng di kita namai saja JK (Peace pak yusuf :)
Tak lupa, perangkap dipasang di setiap tempat yg kira kira mungkin disatroni si JK . Tapi dia selalu berhasil lolos. Kemudian setiap lubang yg dia buat, kami tutup diganjal dengan batu, sapu dan terakhir malah di semen ulang atau dipaku dan diperkuat agar tahan terhadap serangan gigi tajamnya.
Dan boombastis! Dia masih saja bisa melenggang keluar masuk rumah dg santainya, Hebat!! Malahan saya perhatikan si JK ini makin geboy aja, kenyang dia dg hasil buruannya dalam rumah kami.
Belakangn si JK merubah jalur masuknya lewat pintu depan dg membobol kusen jendela dekat pintu depan rumah. Sebelumnya memang ada celah di kusen itu dan dia berhasil menggerogotinya menjadi lubang besar dan dijadikan alternative jalan masuk setelah saluran pembuangan kami tutup.
Betul betul hebat si JK. Saya jadi belajar dari dia yang pantang menyerah dan mau terus mencari kemungkinan lain saat menemui jalan buntu. Mungkin baginya jalan tidak akan pernah tertutup selama masih mau berusaha dan tidak putus asa, hmmm buat kita manusia di tambah sabar dan tawakal pada Yang Maha, kali ya….:)
6.16.2006
Tips MengKritik Dengan Aman ala Prof. Lang Ling Lung
Mengkritik atau memberitahu kesalahan orang lain ‘kelihatnnya’ jauuuuuuuuuuuuuuuuuh lebih mudah dibanding menerima kritikan org lain, kurang lebih begitu berdasar pengalaman saya yg masih sedikit.
Apakah kritik itu? Bukannya jari jari nakal yg suka bikin org ter geli-geli lho. Ini tentang saran, komentar, masukan, pokonya semua semua yg sifatnya mengingatkan..kurang lebih begitu menurut prof lang ling lung.
Meng kritik itu gampang, tinggal gunakan jari jari anda dan lalu tuju bagian yg paling sensitive di bagian tubuh korban..ealah salah lagi.
Agar agar kritikan tersampaikan dengan baik dan proporsional maksud dan tujuannya dan juga yg dikritik paham dan mau menerimanya dengan lapang dada, ada beberapa hal yg perlu diperhatikan . Teoriticaly, (lagi-lagi) menurut professor lang ling lung hal hal tersebut adalah:
Liat dulu siapa yg akan dikritik, teman-kah, keluarga, rekan kerja? Asal jangan org lain yang ga jelas asal usulnya….judulnya: “siape elo??”
Juga jgn lupa mempelajari sifat dan postur tubuh org yg akan dikritik, klu tersinggungan mendingan ga usah deh, klu sensitive bisa dg pendekatan rayu rayu dg kata kata manis, dan jgn lupa melihat postur tubuhnya. Jaga jaga, klu dia lebih guede dari kita, trus ga trima dikritik bisa cilaka kita di piting, bisa remuk badan, glek.
Apa yg mo dikritik, sifatnya, cara kerjanya, hasil kerjanya, cara berfikir, bersikap atau emg mulut kita aja yg kegatelan pengin komen doang
Jangan lupa pake penyegar mulut, minimal permen harum, ga lucu dong kita baru mulai ngomong , org yg dikritik pingsan akibat kekurangan udara segar
Jangan kritik org yg lagi sakit, terutama sakit gigi, salah salah kita sakit mata akibat kelilipan sepatu, berabe kan
Jangan langsung straight to the point, muter muter dulu bole lewat puncak ato cipularang nah sampe deh ke bandung, lho koq?!
Pakai pilihan kata yg enak, boleh ditambahkan penyedap rasa dan saus sebagai bumbu…
Sampaikanlah dengan senyuman, jgn keseringan ntar dikira naksir, lebih parah dianggap gila
Prorposional, balik lagi ke no.3 apa yg mo dikritik, jangan semua di bahas, ya ortunya, ya anaknya, ya binatang piaraannya, ya pembantunya, ya smua smua yg gada hubungan sama sekali dg hal yg akan kita kritik. Bisa bisa maksud ga nyampe, tapi kepala bonyok, dipentung.
Jauhkan pentungan, gunting, pisau dan semua jenis barang yang memungkinkan dapat digunakan untuk mencederai kita, apabila jika yg dikritik ga terima
Plus jgn lupa siapkan diri dan stamina untuk dapat lari sekencang kencangnya…mana tau org yang akan kita kritik mengerahkan masa untuk menghajar rame –rame.
Okeh selamat mengkritik dengan aman dan nyaman tentunya mengenai saran diatas tidak usah terlalu diperhatikan. Secara Prof Lang Ling Lung sebagai pemikir dan saya sebage penuang pikirannya tidak dapat mempertanggungjawabkan, akibat yang ditimbulkan jika anda mengikuti saran tersebut di atas. Sekian, Terima Kasih dan Sampai Jumpa :)
Apakah kritik itu? Bukannya jari jari nakal yg suka bikin org ter geli-geli lho. Ini tentang saran, komentar, masukan, pokonya semua semua yg sifatnya mengingatkan..kurang lebih begitu menurut prof lang ling lung.
Meng kritik itu gampang, tinggal gunakan jari jari anda dan lalu tuju bagian yg paling sensitive di bagian tubuh korban..ealah salah lagi.
Agar agar kritikan tersampaikan dengan baik dan proporsional maksud dan tujuannya dan juga yg dikritik paham dan mau menerimanya dengan lapang dada, ada beberapa hal yg perlu diperhatikan . Teoriticaly, (lagi-lagi) menurut professor lang ling lung hal hal tersebut adalah:
Liat dulu siapa yg akan dikritik, teman-kah, keluarga, rekan kerja? Asal jangan org lain yang ga jelas asal usulnya….judulnya: “siape elo??”
Juga jgn lupa mempelajari sifat dan postur tubuh org yg akan dikritik, klu tersinggungan mendingan ga usah deh, klu sensitive bisa dg pendekatan rayu rayu dg kata kata manis, dan jgn lupa melihat postur tubuhnya. Jaga jaga, klu dia lebih guede dari kita, trus ga trima dikritik bisa cilaka kita di piting, bisa remuk badan, glek.
Apa yg mo dikritik, sifatnya, cara kerjanya, hasil kerjanya, cara berfikir, bersikap atau emg mulut kita aja yg kegatelan pengin komen doang
Jangan lupa pake penyegar mulut, minimal permen harum, ga lucu dong kita baru mulai ngomong , org yg dikritik pingsan akibat kekurangan udara segar
Jangan kritik org yg lagi sakit, terutama sakit gigi, salah salah kita sakit mata akibat kelilipan sepatu, berabe kan
Jangan langsung straight to the point, muter muter dulu bole lewat puncak ato cipularang nah sampe deh ke bandung, lho koq?!
Pakai pilihan kata yg enak, boleh ditambahkan penyedap rasa dan saus sebagai bumbu…
Sampaikanlah dengan senyuman, jgn keseringan ntar dikira naksir, lebih parah dianggap gila
Prorposional, balik lagi ke no.3 apa yg mo dikritik, jangan semua di bahas, ya ortunya, ya anaknya, ya binatang piaraannya, ya pembantunya, ya smua smua yg gada hubungan sama sekali dg hal yg akan kita kritik. Bisa bisa maksud ga nyampe, tapi kepala bonyok, dipentung.
Jauhkan pentungan, gunting, pisau dan semua jenis barang yang memungkinkan dapat digunakan untuk mencederai kita, apabila jika yg dikritik ga terima
Plus jgn lupa siapkan diri dan stamina untuk dapat lari sekencang kencangnya…mana tau org yang akan kita kritik mengerahkan masa untuk menghajar rame –rame.
Okeh selamat mengkritik dengan aman dan nyaman tentunya mengenai saran diatas tidak usah terlalu diperhatikan. Secara Prof Lang Ling Lung sebagai pemikir dan saya sebage penuang pikirannya tidak dapat mempertanggungjawabkan, akibat yang ditimbulkan jika anda mengikuti saran tersebut di atas. Sekian, Terima Kasih dan Sampai Jumpa :)
6.08.2006
SECENK!!!!
HOREEEEEEEEEEEEEEEEEEEE secenk euy, hit counter blog ini hari ini melewati angka secenk he he he horey….
Angka boombastis untuk blog yang isinya recehan dan uneg uneg remeh temeh yang ga penting, bahkan agak agak tumpul ;p
Hihi rasanya kontibutor terbesar hit counter inih saya juga sih
Eniwe secenk euy, horeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee :D
Angka boombastis untuk blog yang isinya recehan dan uneg uneg remeh temeh yang ga penting, bahkan agak agak tumpul ;p
Hihi rasanya kontibutor terbesar hit counter inih saya juga sih
Eniwe secenk euy, horeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee :D
6.07.2006
“Yang saya tahu hanya ayah saya saja lelaki berumur setengah abad lebih yang menangis waktu nonton LION KING……”
Sekedar ilustrasi mengenai sekelumit kenangan tentang ayah kami.
Bagitu banyak momen momen special yang kami lalui. Menjalani ritual sederhana namun berkesan.
Salah satunya adalah ritual cabut uban. Ayah sangat suka dicabuti rambut putihnya, bukan untuk mengurangi ubannya yang memang ga mungkin habis, kecuali dicat hitam kembali, tapi hanya untuk mengurangi rasa gatal, dalihnya.
Karena saya kadang malas mencabuti ubannya, saya pernah menyarankan blio untuk mencat hitam rambutnya, tapi blio menolak dan dengan enteng menjawab, “klu di cat hitam semua, ntar ga ada uban yang bisa ade cabut di kepala ayah.”
Ritual inilah salah satu momen special yang membuat kami dekat. momen spesial ini merupakan sata bagi saya dan ayah bertukar cerita. Ayah bercerita tentang Raksasa2 kerajaan Alengka, Rahwana sang raksasa berwajah sepuluh, suatu gambaran sifat buruk manusia karena dia terlahir dari sebuah penghianatan dan hawa nafsu akibat keterbatasan budi manusia, dan kumbakarna adiknya yang bijak bestari yang terlahir dari telinga. Cerita tentang ksatria hanoman, dan dongeng Rama Sita, dan penggalan penggalan kisah mahabarata lainnya. Ayah pandai betul mengilustrasikan dongeng-dongengnya membuat saya seolah dapat ‘melihat’ apa yang diceritakannya. Kadang ayah bercerita tentang negri antah berantah yang pernah dikunjunginya, atau pengalaman ayah selama melaut. Kadang bernostalgia tentang pertemuannya dengan bunda. Atau cerita cerita heroic yang pernah dialami ayah. Ntah benar entah karangannya saja, tapi cukup membuat saya terjagum kagum. Sampai sekarang bahkan, cerita2 itu saya lanjutkan pada Isa, meski Isa tidak pernah melihat datuk-nya saya ingin Isa bangga memiliki Beliau sebagai datuknya.
Sebaliknya saya bercerita hal remeh temeh tentang kejadian di sekolah, teman2 saya atau kekhawatiran saya menghadapi ulangan besok harinya dan ayah selalu mejadi pendengar yang baik. Tersenyum untuk kekonyolan saya. Ikut bersedih ketika saya gundah, membesarkan hati ketika saya kecewa…
Ayah saya rindu…
Ayah, 02 Agustus 1939 - 07 June 1996…..sudah 10 tahun, tapi rasanya ayah selalu ada :)
Sekedar ilustrasi mengenai sekelumit kenangan tentang ayah kami.
Bagitu banyak momen momen special yang kami lalui. Menjalani ritual sederhana namun berkesan.
Salah satunya adalah ritual cabut uban. Ayah sangat suka dicabuti rambut putihnya, bukan untuk mengurangi ubannya yang memang ga mungkin habis, kecuali dicat hitam kembali, tapi hanya untuk mengurangi rasa gatal, dalihnya.
Karena saya kadang malas mencabuti ubannya, saya pernah menyarankan blio untuk mencat hitam rambutnya, tapi blio menolak dan dengan enteng menjawab, “klu di cat hitam semua, ntar ga ada uban yang bisa ade cabut di kepala ayah.”
Ritual inilah salah satu momen special yang membuat kami dekat. momen spesial ini merupakan sata bagi saya dan ayah bertukar cerita. Ayah bercerita tentang Raksasa2 kerajaan Alengka, Rahwana sang raksasa berwajah sepuluh, suatu gambaran sifat buruk manusia karena dia terlahir dari sebuah penghianatan dan hawa nafsu akibat keterbatasan budi manusia, dan kumbakarna adiknya yang bijak bestari yang terlahir dari telinga. Cerita tentang ksatria hanoman, dan dongeng Rama Sita, dan penggalan penggalan kisah mahabarata lainnya. Ayah pandai betul mengilustrasikan dongeng-dongengnya membuat saya seolah dapat ‘melihat’ apa yang diceritakannya. Kadang ayah bercerita tentang negri antah berantah yang pernah dikunjunginya, atau pengalaman ayah selama melaut. Kadang bernostalgia tentang pertemuannya dengan bunda. Atau cerita cerita heroic yang pernah dialami ayah. Ntah benar entah karangannya saja, tapi cukup membuat saya terjagum kagum. Sampai sekarang bahkan, cerita2 itu saya lanjutkan pada Isa, meski Isa tidak pernah melihat datuk-nya saya ingin Isa bangga memiliki Beliau sebagai datuknya.
Sebaliknya saya bercerita hal remeh temeh tentang kejadian di sekolah, teman2 saya atau kekhawatiran saya menghadapi ulangan besok harinya dan ayah selalu mejadi pendengar yang baik. Tersenyum untuk kekonyolan saya. Ikut bersedih ketika saya gundah, membesarkan hati ketika saya kecewa…
Ayah saya rindu…
Ayah, 02 Agustus 1939 - 07 June 1996…..sudah 10 tahun, tapi rasanya ayah selalu ada :)
6.02.2006
“Ketika Tuhan menggeliatkan bumi-Nya, mengguncangkan seisi bumi-Nya dan gunung gunung menumpahkan isinya dan adakah daya manusia?”
Menyampaikan duka dan simpati pada saudara-saudara korban Gempa Jogja dan Jateng…. Semoga Alloh menenangkan jiwa jiwa yang dipanggil-Nya lebih dulu, memberi kekuatan bagi yang masih harus berjuang dan bangkit dari luka dan duka, dan menggerakan keinginan dan keikhlasan bagi hamba-NYA yang lain yang ingin berbuat lebih..
Menyampaikan duka dan simpati pada saudara-saudara korban Gempa Jogja dan Jateng…. Semoga Alloh menenangkan jiwa jiwa yang dipanggil-Nya lebih dulu, memberi kekuatan bagi yang masih harus berjuang dan bangkit dari luka dan duka, dan menggerakan keinginan dan keikhlasan bagi hamba-NYA yang lain yang ingin berbuat lebih..
"Haloooo, Dengan Salah Sambung?"

Halo (*manis mode on*)
Dengan Ibu Vaye (sok akrab)
Saya sendiri (masih sok manis)
Selamat ibu memenangkan hadiah sekian juta rupiah, selamat ya bu alhamdulillah, puji sukur pd Tuhan ibu di beri rejeki bla bla bla bla…(ngoceh terrrussss, nepu bawa bawa nama Tuhan pula…dzigh!!)
Oya makasih, ini undian apa ya? *suara dibuat segoblog mungkin*
Ouh no hp ibu, terpilih dalam undian kartu ponsel yang ibu gunakan (Gandeng Maneh!!)
Ouh gitu? Saya kok ga pernah denger pengumuman undaiannya ya? *masih so’ goblog barijeung hayang najonk mode on*
Memang sengaja bu, ini salah satu bentuk trima kasih perusahaan kami terhadap kesetiaan ibu menjadi pelanggan, supres gitu bu (sepik (speak, red.) yeuh!)
Ouh Surprise kali pak *aseli hayang najonk*
IYa bu untuk itu kami akan mengirimkan hadiahnya langsung ke nomor rekening tabungan yg ibu punya, ada no rek tabungannya bu?
Ada sih. Bank apa aja boleh? *tanduk muncul, taring tumbuh*
Ouh klu ada BABC (nama bank sengaja di samarkan)
Oke ini nomornya (kasi nomor palsu)
Oke bu ditunggu saja dua hari lagi hadiah akan sudah masuk ke rekening ibu
Selamat ya bu, alhamdulillah (Bujubuneng masih sanggup nyebut nama Alloh, ga kepanasan tuh bos?)
Ok mas hmm sapa namanya?, makasih ya, hmmm itu hadiah saya ga usah susah2 dikirim ke rekening saya, buat mas aja deh, lumayan kan buat les, basa inggeris situ ancur banget sih, lagian no rek yg saya berikan palsu koq dan mudah2an mas ga perlu repot repot lagi nepu orang kesana kemari ngabisin pulsa lho, lagian udah fasih banget lafal alhamdulillahnya knafa ga tobat aja..
Klik tuuut tuuut tuuut tuuut…
OK Mister Kadal dan Para Kadal lain....ati2 buaya mana bisa dikadalin he he he
