7.27.2006
Memblenya Layanan JAMSOSTEK....(sebuah pengalaman pribadi..)
Jangan pernah ngimpi gampang urusan dg layanan pemerintahan.
Sekitar 2 mgg lalu ngurus jamsostek. Tertib, datang sendiri, tidak melalui calo dan atau sebagainya. Melengkapi semua persyaratan dan dokumen yang diperlukan.
Menyerahkan di loket yg tersedia dan duduk manis selama 3.5 jam…oo tunggu duduk manisnya bertahan hanya 1 jam di awal, 2.5 jam selanjutnya mondar mandir, senyum senyum, mesam mesem bete, dan berganti seratustujupuluhtiga kali posisi duduk, untung saya bukan perokok, kalu ya, mungkin sudah habis 5 bungkus sementara petugas loket tetap dg gaya alon alon nan lamban gemulai mempelajari dokumen yang ada. Either ga nyadar or ga mudeng atau emg udah biasa ngeliat wajah harap harap cemas para pengaju klaim jamsostek yang udah pada senep dari tadi nungguin dan ga jelas kapan bakalan dipanggil namanya dan menerima uang klaim jamsostek yg sudah lama diharap dan dinanti.
Perlu diketahui, untuk klaim dana jamsostek ada masa tunggu 6 bulan setelah 5 tahun keanggotaan. Jadi total 5,5 tahun masa keanggotaan, baru bisa dinikmati hasilnya, itu pun klu dananya cair dan ga digondol, dibawa kabur ‘tikus besar yg doyan duit’.
Dan setelah 3.5 jam menunggu, nama saya dipanggil dengan muka diramah ramahkan, dan senyum yang mengembang berikut hidung yang ikut mekar pula….saya mendatangi loket dengan harapan membara mebucah bucah, menghampiri mbak petugas yang sudah siap dg selembar formulir ditangan dan langsung memberi penjelasan “maaf mbak komputernya mati, data mbak ntar kita olah klu computer udah bener lagi..” seketika itu juga senyumku layu, mulut ku melorot memble, lututku lemazz, harpan ku pupus..halah hiperbol ;p
Huebat untuk kantor sekaliber JAMSOSTEK yg cabangnya ada dimana mana yang meraup dana jutaan milyar per taun, komputer buat ngolah data nasabah MATI di saat yg sangat sangat TEPAT!! Hebat hebat hebat saya acungin 4 jempol deh.
Selanjutnya bisa ketebak deh 2 mgg setelah itu, sampai saat ini, ga jelas kapan data saya akan diolah dan kapan saya menerima dana klaim saya.
Yang jelas org org di kantor jamsostek itu sudah tidak pernah menjawab telpon yg dg setia setiap hari saya hubungi, udah kayak nelpon gacoan aje..;p
Mungkin sekarang saya tinggal mengitung dg suara tokek di dinding yang sepertinya ikut prihatin dengan keadaan saya ini, tokek…cair…..tokek….tidak….tokek….cair….tokek…tidak…..tokek…..
“Yah klu rejeki mah ga kemana ……” itu yg org org nasihatkan pd saya.
Alhamdulillah , setelah satu bulan akhirnya cair.:)
Sekitar 2 mgg lalu ngurus jamsostek. Tertib, datang sendiri, tidak melalui calo dan atau sebagainya. Melengkapi semua persyaratan dan dokumen yang diperlukan.
Menyerahkan di loket yg tersedia dan duduk manis selama 3.5 jam…oo tunggu duduk manisnya bertahan hanya 1 jam di awal, 2.5 jam selanjutnya mondar mandir, senyum senyum, mesam mesem bete, dan berganti seratustujupuluhtiga kali posisi duduk, untung saya bukan perokok, kalu ya, mungkin sudah habis 5 bungkus sementara petugas loket tetap dg gaya alon alon nan lamban gemulai mempelajari dokumen yang ada. Either ga nyadar or ga mudeng atau emg udah biasa ngeliat wajah harap harap cemas para pengaju klaim jamsostek yang udah pada senep dari tadi nungguin dan ga jelas kapan bakalan dipanggil namanya dan menerima uang klaim jamsostek yg sudah lama diharap dan dinanti.
Perlu diketahui, untuk klaim dana jamsostek ada masa tunggu 6 bulan setelah 5 tahun keanggotaan. Jadi total 5,5 tahun masa keanggotaan, baru bisa dinikmati hasilnya, itu pun klu dananya cair dan ga digondol, dibawa kabur ‘tikus besar yg doyan duit’.
Dan setelah 3.5 jam menunggu, nama saya dipanggil dengan muka diramah ramahkan, dan senyum yang mengembang berikut hidung yang ikut mekar pula….saya mendatangi loket dengan harapan membara mebucah bucah, menghampiri mbak petugas yang sudah siap dg selembar formulir ditangan dan langsung memberi penjelasan “maaf mbak komputernya mati, data mbak ntar kita olah klu computer udah bener lagi..” seketika itu juga senyumku layu, mulut ku melorot memble, lututku lemazz, harpan ku pupus..halah hiperbol ;p
Huebat untuk kantor sekaliber JAMSOSTEK yg cabangnya ada dimana mana yang meraup dana jutaan milyar per taun, komputer buat ngolah data nasabah MATI di saat yg sangat sangat TEPAT!! Hebat hebat hebat saya acungin 4 jempol deh.
Selanjutnya bisa ketebak deh 2 mgg setelah itu, sampai saat ini, ga jelas kapan data saya akan diolah dan kapan saya menerima dana klaim saya.
Yang jelas org org di kantor jamsostek itu sudah tidak pernah menjawab telpon yg dg setia setiap hari saya hubungi, udah kayak nelpon gacoan aje..;p
Mungkin sekarang saya tinggal mengitung dg suara tokek di dinding yang sepertinya ikut prihatin dengan keadaan saya ini, tokek…cair…..tokek….tidak….tokek….cair….tokek…tidak…..tokek…..
“Yah klu rejeki mah ga kemana ……” itu yg org org nasihatkan pd saya.
Alhamdulillah , setelah satu bulan akhirnya cair.:)
7.17.2006
yA tOkH!?!?? TOkH!!!
Jumat pagi, menjelang akhir pekan, banyak surat lucu dan menghibur mengisi kotak surat elektronik. Seperti jumat kemarin, saya dikirimi email dari beberapa teman yang isi dan subjectnya kurang lebih bernada sama, menyoal puteri indonesia di ajang Miss Universe 2006 yg ntah salah ngomong atau memang ga ngerti mau ngomong apa, saat sesi wawancara dengan para juri.
Beberapa teman mengomentari amburadulnya bahasa inggris miss kita ini dan kacau nya jawaban yg di berikan untuk pertanyaan yg standard. Seperti menggambarkan siapa dirinya, siapa idolanya, apa yg dilakukan saat senggang, seperti apa jadinya dia 10 taun mendatang, bagaimanakah negaranya dan apa pendapatnya ttg ini, itu dan anu.
Tanpa mengurangi rasa hormat dan atau bermaksud mengejek, toh ajang sejenis di Negara mana pun selalu di jadikan anekdot dan bahan lelucon karena “kecerdasan’ para pesertanya yg pas pas-an klu tak boleh disebut kurang, boleh dilihat di film film Hollywood contoh paling gress, Miss Congeniality yang dibintangi Sandra Bullock. Di film ini para peserta ajang miss miss-an cuman bisa bilang world peace, world peace aja tanpa tahu cara mewujudkannya, bahkan diragukan apa para perempuan cantik itu mengerti maksudnya…
Lagi pula ajang pemilihan ratu ratuan memang tidak pernah menekankan pada kebisaan berbahasa inggeris, kepintaran bahkan adu cerdas ilmiah kan?!
Ajang ini tidak lebih dari ajang adu kecantikan, ya cantik wajahnya ya bohay bodynya. Itulah sebabnya dalam slogan ajang ini, Beauty ditempatkan di awal diikuti kata selanjutnya Brain dan Behaviour yang bisa di bilang pelengkap saja, mungkin sebagai pencegah kambing cantik atau kudanil sexy mengikuti ajang ini, toh tidak ada kan kambing yang ber-akal atau kudanil yang ber-kepribadian?! Jadi para kambing dan kudanil silahkan membuat ajang pemilihan ratu sendiri ya…
Sangat boleh jadi slogan Beauty, Brain and Behavior diselaraskan dg kapasitas peserta ajang ini terutama brain dan behaviour nya sangat negotiable, yg penting Beauty–nya diatas rata rata.
Tidak bisa duong ngarep Brain-nya calon ratu ini sama dg Brain-nya para peserta olimpiade fisika. Apalagi berharap kemampuan berbahasa inggerisnya sama dengan peserta adu pidato berbahasa inggeris, jelas beda.. Tokh miss miss peserta lainnya pun banyak juga yg diwawancara di dampingi penerjemah, sebab perempuan perempuan cantik itu hanya paham bahasa ibunya yang bukan bahasa inggeris tentunya.
Indonesia tak musti merasa malu cuman karena salah satu perempuan cantiknya tidak cerdas kurang berwawasan dan bahasa inggerisnya amburadul, tokh peserta yang lain yang negaranya tidak berbahasa inggeris juga sama saja.
Terbukti dg perolehan pooling sementara, meski keseleo lidah saat sesi wawancara, miss kita menempati posisi 5 besuar, huebat kan?! Ditambah lagi dia dapat pujian dari Donald trumph, (meski ga dijelaskan pujian itu ditujuakan pada apanya) so… terbukti kan, ga pinter di ajang ini mah ga masyalah..
Jang paling penting Miss kita itu tidak kalah cuantique dan tak kalah bohai bodynya dari miss miss yang lain, ya tokh?!?!? Tokh!!
Fyi, Indonesia dapat 4 medali emas untuk lomba olimpiade fisika di singapura kemarin, salah satu pesertanya dapat predikat absolute winner, dan salah satu peserta lainnya baru tahun ini lulus smp, hebat kan?! (sayang berita ini luput dan tenggelam oleh hebohnya berita calon miss universe yg miss spell…seperti tulisan di blog ini ;p)
Beberapa teman mengomentari amburadulnya bahasa inggris miss kita ini dan kacau nya jawaban yg di berikan untuk pertanyaan yg standard. Seperti menggambarkan siapa dirinya, siapa idolanya, apa yg dilakukan saat senggang, seperti apa jadinya dia 10 taun mendatang, bagaimanakah negaranya dan apa pendapatnya ttg ini, itu dan anu.
Tanpa mengurangi rasa hormat dan atau bermaksud mengejek, toh ajang sejenis di Negara mana pun selalu di jadikan anekdot dan bahan lelucon karena “kecerdasan’ para pesertanya yg pas pas-an klu tak boleh disebut kurang, boleh dilihat di film film Hollywood contoh paling gress, Miss Congeniality yang dibintangi Sandra Bullock. Di film ini para peserta ajang miss miss-an cuman bisa bilang world peace, world peace aja tanpa tahu cara mewujudkannya, bahkan diragukan apa para perempuan cantik itu mengerti maksudnya…
Lagi pula ajang pemilihan ratu ratuan memang tidak pernah menekankan pada kebisaan berbahasa inggeris, kepintaran bahkan adu cerdas ilmiah kan?!
Ajang ini tidak lebih dari ajang adu kecantikan, ya cantik wajahnya ya bohay bodynya. Itulah sebabnya dalam slogan ajang ini, Beauty ditempatkan di awal diikuti kata selanjutnya Brain dan Behaviour yang bisa di bilang pelengkap saja, mungkin sebagai pencegah kambing cantik atau kudanil sexy mengikuti ajang ini, toh tidak ada kan kambing yang ber-akal atau kudanil yang ber-kepribadian?! Jadi para kambing dan kudanil silahkan membuat ajang pemilihan ratu sendiri ya…
Sangat boleh jadi slogan Beauty, Brain and Behavior diselaraskan dg kapasitas peserta ajang ini terutama brain dan behaviour nya sangat negotiable, yg penting Beauty–nya diatas rata rata.
Tidak bisa duong ngarep Brain-nya calon ratu ini sama dg Brain-nya para peserta olimpiade fisika. Apalagi berharap kemampuan berbahasa inggerisnya sama dengan peserta adu pidato berbahasa inggeris, jelas beda.. Tokh miss miss peserta lainnya pun banyak juga yg diwawancara di dampingi penerjemah, sebab perempuan perempuan cantik itu hanya paham bahasa ibunya yang bukan bahasa inggeris tentunya.
Indonesia tak musti merasa malu cuman karena salah satu perempuan cantiknya tidak cerdas kurang berwawasan dan bahasa inggerisnya amburadul, tokh peserta yang lain yang negaranya tidak berbahasa inggeris juga sama saja.
Terbukti dg perolehan pooling sementara, meski keseleo lidah saat sesi wawancara, miss kita menempati posisi 5 besuar, huebat kan?! Ditambah lagi dia dapat pujian dari Donald trumph, (meski ga dijelaskan pujian itu ditujuakan pada apanya) so… terbukti kan, ga pinter di ajang ini mah ga masyalah..
Jang paling penting Miss kita itu tidak kalah cuantique dan tak kalah bohai bodynya dari miss miss yang lain, ya tokh?!?!? Tokh!!
Fyi, Indonesia dapat 4 medali emas untuk lomba olimpiade fisika di singapura kemarin, salah satu pesertanya dapat predikat absolute winner, dan salah satu peserta lainnya baru tahun ini lulus smp, hebat kan?! (sayang berita ini luput dan tenggelam oleh hebohnya berita calon miss universe yg miss spell…seperti tulisan di blog ini ;p)
7.14.2006
Makhluk Aneh...ku

Waktu kamu datang ke kosan saya, jaman kita masih culun polos dan tanpa dosa?! dengan mata belekan dan masih setengah ngantuk nenteng kamera yang segede gambreng itu, ngajak hunting di ganesha, sumpah gada yang menarik sampai saya liat gaya kamu di belakang kamera.
Waktu kamu bilang tertarik sama saya dengan gaya ngasal dan gada romantis romantisnya, tanpa bunga dan cokelat, huh! terang aja kamu telak saya TOLAK!
Waktu kamu ngajak nonton ludruk di kampus malam itu dan langsung ngajak kawin, pedahal bulan lalu udah gue tolak, dengan gaya ngasal dan sangat apa adanya, “gue cari istri bukan pacar, kamu mau ga?” teuteup.... saya TOLAK!!
Dan lalu kamu mundur perlahan, saya mulai mrasa kehilangan. Mata belekan yg pagi pagi udah nangkring di parkiran kosan bikin bapak kos ‘emet sama rambut gondrong dan tampang kucel kamu, dikirain Bandar narkoba yang mo gangu di kosan cewe ha ha. Suara datar kamu klu nyanyiin lagu merpati putih aseli lempeng dan ga bernada, haddoooh (aneh kamu penggemar musik musik aneh, tapi cuma bisa nyanyiin lagi ini).
Cerita cerita kamu tentang nusrat ali fateh khan eh bener ya?! saya ga pernah bener nginget pemusik favorit kamu itu, atau Peter Gabriel atau musik2 Deep Forest..’ngenalin’ saya dg Jimmy Hendrix, Deep Purple, Janeadiction, The Cure, David Bowie, Rafi Sankhar dan entah apalagi (pokonya pemusik dan musik musik ‘aneh’ paling tidak mnurut saya, tapi ternyata saya bisa suka), pedahal biasanya saya paling banter numpang dengerin dangdut dari radionya ibu kos he he atau cerita tentang petualangan spiritual kamu di beberapa komunitas islam yang menurut saya aneh…karena saya ga bisa seberani itu berpetualang mencari hidayah Alloh.
Kamu makhluk aneh tapi bikin penasaran..ehm
Dan sekarang setelah hampir 11 taun kenal kamu ternyata kamu memang makhluk aneh dan…tetap bikin saya penasaran..ehm lagi
Selamat tambah tua makhluk aneh ku …… sayang :)
090706
7.06.2006
Legenda Sang Preman Lontong
Pagi pagi banget juminten udah turun dari gedung kantornya di lantai 72, Menara Agung di kawasan Gasot Tubroto.
Rupanya juminten tak kuasa menahan lapar yg melilit lilit perutnya sedari berangkat kerja tadi pagi, maklum rumah juminten jauh sehingga memaksanya berangkat saat org rumah masih terlelap dan tentu saja tiada sarapan akan tersedia sepagi itu.
Hari itu juminten memutuskan makan lontong sayur. Setiba di warung langganannya, Juminten langsung memesan, lalu menunggu seraya duduk manis dekat ibu warung menanti pesanannya dibuatkan. Tiada ada pirasat apapun pagi itu, begitu juga tadi malam, juminten tidak merasa mimpi yang aneh aneh, malahan tidurnya lelap ditambah dengkuran dan iler.
Tiba tiba suasana menjadi gelap gulita, petir menyambar nyambar ditambah alunan musik mencekam hati. Juminten ciut, meski sudah mengira akan ada apa gerangan? sudah dinyana, sudah diduga datang sesosok perempuan berbadan dua kali lipat besar juminten, menepuk bahu juminten dari belakang, pun mengucapkan kalimat yg sudah sangat Juminten hapal.
“Hei pesenin gue 3 bungkus ya, bayarin dulu gue lupa bawa dompet ntar diatas gue ganti!”
Juminten mengkeret, suara itu yang didengarnya setiap kali membeli lontong sayur, suara sang Preman Lontong, mendengar suaranya saja membuat Juminten mual mual takut. Juminten bukan takut dengan badannya yang kalah besar, juga bukan takut dengan suaranya yang nyaring menggelegar seperti geledeg, tapiiiii……..juminten takut di'tebengi'. Juminten jadi alergi, masalahnya si pemiliki badan 2 kali besar badan juminten itu, yang bersuara seperti geledeg yg menggelegar gelegar itu, yang bergelar Mbak Preman Lontong itu, sudah terlalu sering nebeng bayar lontong sayur pada Juminten, dan parahnya dia berpenyakit lupa yang sangat akut. Akibatnya tagihan menumpuk tanpa satupun yang dibayar pada Juminten. Mungkin memang dia terkena amnesia parsial khusus bagian perhutangan. Karna setiap kali ditagih dia selalu bertanya, kapan, berapa banyak, tapi….tidak membayar malah ngeloyor pergi seperti tiada terjadi apapun dan sudah pasti lupa lagi. Dan Begitu terus berulang.
Tapi hari ini Juminten menentukan sikap, juminten harus tegas pada Mbak Preman Lontong. Dengan gagah berani Juminten bangkit dari duduknya dan berkata masih dengan wajah yang manis, “pesen aja sendiri ya mbak, kebetulan saya bawa uangnya pas jadi ndak bisa nalangi, maaf ya, mariii.” Dan lalu Juminten ngeloyor pergi dengan membawa kantong plastik berisi satu bungkus saja lontong sayur untuk menghangatkan perut laparnya pagi itu…
Serta merta langit pun cerah, burung kembali berkicau riang dan alunan musik ceria mengalun mengiringi langkah Juminten meninggalkan Preman Lontong melongo sendirian…
"Suatu kisah dari negri antah berantah, mohon jangan diambil hati, sungguh hanya sebuah kisah yang mengisi kekosongan hari dan ide yang sedang tumpul..."
Rupanya juminten tak kuasa menahan lapar yg melilit lilit perutnya sedari berangkat kerja tadi pagi, maklum rumah juminten jauh sehingga memaksanya berangkat saat org rumah masih terlelap dan tentu saja tiada sarapan akan tersedia sepagi itu.
Hari itu juminten memutuskan makan lontong sayur. Setiba di warung langganannya, Juminten langsung memesan, lalu menunggu seraya duduk manis dekat ibu warung menanti pesanannya dibuatkan. Tiada ada pirasat apapun pagi itu, begitu juga tadi malam, juminten tidak merasa mimpi yang aneh aneh, malahan tidurnya lelap ditambah dengkuran dan iler.
Tiba tiba suasana menjadi gelap gulita, petir menyambar nyambar ditambah alunan musik mencekam hati. Juminten ciut, meski sudah mengira akan ada apa gerangan? sudah dinyana, sudah diduga datang sesosok perempuan berbadan dua kali lipat besar juminten, menepuk bahu juminten dari belakang, pun mengucapkan kalimat yg sudah sangat Juminten hapal.
“Hei pesenin gue 3 bungkus ya, bayarin dulu gue lupa bawa dompet ntar diatas gue ganti!”
Juminten mengkeret, suara itu yang didengarnya setiap kali membeli lontong sayur, suara sang Preman Lontong, mendengar suaranya saja membuat Juminten mual mual takut. Juminten bukan takut dengan badannya yang kalah besar, juga bukan takut dengan suaranya yang nyaring menggelegar seperti geledeg, tapiiiii……..juminten takut di'tebengi'. Juminten jadi alergi, masalahnya si pemiliki badan 2 kali besar badan juminten itu, yang bersuara seperti geledeg yg menggelegar gelegar itu, yang bergelar Mbak Preman Lontong itu, sudah terlalu sering nebeng bayar lontong sayur pada Juminten, dan parahnya dia berpenyakit lupa yang sangat akut. Akibatnya tagihan menumpuk tanpa satupun yang dibayar pada Juminten. Mungkin memang dia terkena amnesia parsial khusus bagian perhutangan. Karna setiap kali ditagih dia selalu bertanya, kapan, berapa banyak, tapi….tidak membayar malah ngeloyor pergi seperti tiada terjadi apapun dan sudah pasti lupa lagi. Dan Begitu terus berulang.
Tapi hari ini Juminten menentukan sikap, juminten harus tegas pada Mbak Preman Lontong. Dengan gagah berani Juminten bangkit dari duduknya dan berkata masih dengan wajah yang manis, “pesen aja sendiri ya mbak, kebetulan saya bawa uangnya pas jadi ndak bisa nalangi, maaf ya, mariii.” Dan lalu Juminten ngeloyor pergi dengan membawa kantong plastik berisi satu bungkus saja lontong sayur untuk menghangatkan perut laparnya pagi itu…
Serta merta langit pun cerah, burung kembali berkicau riang dan alunan musik ceria mengalun mengiringi langkah Juminten meninggalkan Preman Lontong melongo sendirian…
"Suatu kisah dari negri antah berantah, mohon jangan diambil hati, sungguh hanya sebuah kisah yang mengisi kekosongan hari dan ide yang sedang tumpul..."
