12.26.2006

Nak.....

Nak jika dewasa nanti..umh ga usah nunggu sampai dewasa, kapan pun
Jadilah anak yang baik. Ga usah selalu harus nurut sama ayah ibu, cukup sayang aja.
Kalau punya adik, jadi kakak yang baik, ga usah selalu nemenin dan jagain adikmu setiap saat cukup perhatiin aja.
Kalau jadi teman, jadilah teman siapa saja, jangan pilih pilih. Jangan pilih yang kaya aja, yang pinter aja, yang baik aja. Kadang banyak pelajaran yang bisa kita ambil dan jadikan cermin dari sebuah ketidakbaikan.

Jangan jadi teman yang hanya ada saat suka nya, hadirlah saat dukanya. Paling tidak jadi ember buat curhatnya.
Sebelum kamu butuh org lain, hadirlah saat mereka butuh kamu, jangan kabur.
Jadilah manusia yang jujur sepahit apapun kejujuran akan lebih baik daripada kebohongan dan kepurapuraan, ga akan ada untungnya buat kamu selain sakit hati dan dendam.
Kalau dikasi kesempatan untuk jadi pemimpin jadilah pemimpin yang benar. Jangan pernah gunakan kekuasan untuk keuntungan dan kepentinganmu sendiri saja.
Jadilah pribadi yang kuat dan berani mengatakan, tegas dan patuh hanya pada yang benar.
Jangan jadi pengecut yang bertameng punggung orang lain dan ciut lalu kabuurr saat tantangan dan hambatan menghadang, hadapi saja.
Jadilah manusia yang penuh cinta kasih, lembut dan penuh rasa humor
Jangan cinta dunia ya, karena semu saja, ada akhirat dimana keabadian bersemayam di sana.
Dan selalu jadi hamba NYA yang taat dan selalu ingat pada Nya yaa
Nak ingatkan ibu dan ayah akan harapan ini sesungguhnya harapan kakek dan nenekmu juga terhadap kami anak anaknya, dan sesungguhnya harapan ini akan basi aja kalau kami juga ga mecoba menjalaninya.

Dan selalu ingat meski semua harapan ini ga terwujud kami tetap akan mencintaimu seperti juga nenek dan kakekmu

December 19, 2006

12.22.2006

Berenang renang dahulu, hujan hujanan kemudian :)

Akhir minggu kemarin cukup menyenangkan (seperti juga setiap akhir minggu lainnya).
Kebetulan minggu itu saya memperpanjang libur hingga hari seninnya. Pergi ke tempat wisata saat hari libur tentunya akan sangat ramai dan kurang bisa ternikmati. Makanya kami sekeluarga putuskan bertamasya pada hari kerja, jika dapat cuti tentunya.
Senin kemarin pergi ke tempat berenang di dekat rumah. Sesuai harapan, kolam renang segede gambreng itu jadi serasa milik sendiri, bebas mluncur kesana kemari tanpa takut nyundul badan org lain atau kesepak kaki org lain yang sedang berenang, bebaaaaaaaaasss sejauh mata memandang Cuma ada beberapa pool watch (klu di pantai, bay watch kan?). Airnya pun jauh lebih bersih sehingga dasar kolam terlihat jelas.
Lalu pindah ke kolam bermain untuk si kecil yang sedari tadi minta naik gajah air. Imajinasinya yang terlalu luas membuat dia berfikir di kolam renang dewasa yang dalam itu ada ikan hiu dan buayanya. Jadi setiap kali ibu atau ayahnya berenang menuju tempat dalam dia akan berteriak teriak mengingatkan, “Awas buaya!! Awas hiu!! Udah ngalahin pool watch aje :)
Dan bermainlah kita di arena kolam bagi para balita. Menyusuri sungai amazon mini, meluncur di perut ular naga, mandi di bawah (maaf) ‘pipis’nya para patung kera, dan menikmati pijitan air yang menggelembung gelembung kalu kata Isa airnya mendidih.
Asiknya bermain tak terasa 1.5 jam terlewati. Waktunya berkemas dan pulang dengan hati senang.
Sampai di rumah kelaparan tapi tidak ada makanan, lalu minta tolong si mbak beli mie ayam di warung depan. Lagi lagi si kecil ngabur ngikut mbak nya ke warung mie ayam. Belum berapa lama berselang hujan lebat. Walhasil saya kudu nyamperin bocah kecil yang buand…eh pinter itu ke warung mie ayam lengkap dg jas hujan dan payung segede gambreng. Si unyil ternyata malah lagi asik main hujan, melompat ke sana kemarin sambil memainkan genangan air dan menciprati ibunya yang td baru saja mandi bersih bersih.
Pikir punya pikir sekalian aja hujan hujanan sekalian basah sekalian…..mandi lagiii.
Malamnya si kecil tidur pulas, sebelum tidur dia menatap saya dg matanya yang polos dan binar yang mulai meredup karena kantuk, “bu besok brenang dan ujan ujanan lagi ya. Dan jangan kerja ya”
He he he unyil unyil, kalu ibu ga kerja, kita ga punya uang buat bayar tiket masuk kolam renang…

12.05.2006

Ya kan?! Yaaaaaaaaaaaa githu deh!! :)

Apa jadinya kalu dalam hidup kita bisa mem-fast forward bagian bagian yang tidak menyenangkan.
Men-skip kejadian kejadian menyebalkan dan melewatkan proses proses hidup yang pahit dan menjengkelkan.
Melewatkan bagian hidup saat harus belajar dan suusah payah menempuh ujian dan mendapat nilai terbaik. Melewatkan bagian bersusah susah melamar pekerjaan dan melewatkan masa interview yang menegangkan plus segala macam test yang membosankan. Melewatkan saat saat harus menjadi bawahan yang patuh dan mengerjakan semua pekerjaan mulai menjadi keset kaki sampai tameng peluru. Melewatkan masa masa berantem dan berargumen dg pasangan hidup mengenai hal remeh temeh dan ga penting. Melewatkan masa membosankan yang harus dihabiskan dg berbasa basi dg keluarga besar…melewatkan semua kewajiban, keharusan dan segala macam tetek bengek episode hidup yang tidak menyenangkan wuiiiiiiiiiiih tentunya kan sangat menyenagkan dan melegakan bukan..?!?!?!
Lega?? Tunggu dulu. Perasaan lega itu akan ada jika telah melewati masa masa menegangkan, mencemaskan menyebalkan bahkan membosankan.
Perasaan lega muncul karena ia berdampingan dengan hal hal yang tidak melegakan.
Lalu apa jadinya jika hal hal yg tidak melegakan itu di skip dari hidup, apa rasa lega akan juga ada? Hmmmpf ternyata tidak! Rasa lega itu akan hilang juga bersama dg masa masa mencemaskan yg di fast forward, di lewatkan, dihilangkan.
Ternyata rasa lega itu sangat membutuhkan masa masa tidak menyenangkan dan mencemaskan.
Rasa grogi saat memasuki ruangan kelas baru saat naik ke tingkat yang lebih lanjut tapi kemudian berganti eksenangan mendapat teman baru. Saat saat nyebelin di ospek oleh para senior yag kemudian menjadi kenagan lucu sesudahnya. Saat tegang menghadapi ujian akhir agar dapat lulus dengan nilai baik dan kemudian kelegaan yang luar biasa saat mendapat nilai baik dan masuk ke perguruan tinggi yang diinginkan. Bete’ berantem dg pasangan, berganti suasana hangat dan lebih akrab pasca ‘perang’, lagipula katanya konflik malah bikin mesra :p. Bosan dan lelah saat melamar perkerjaan ke sana ke mari berganti rasa senang dan syukur setelah mendapat pekerjaan yang dinginkan. Ya masa masa yang kurang menyenangkan itu memang harus hadir sebelum kemudian saat saat yang membahagiakan didapatkan.
Bayangkan betapa membosankannya hidup tanpa masalah dan hanya dilalui dg masa masa menyenangkan saja. Dan mestinya akan lebih banyak hall hal yang manis dan menyenangkan berlalu dan terlewati seiring dg hilangnya masa pahit dalam hidup.
Ya pahit, ya manis atau sedikit asam dan asin, setiap episode hidup itu mesti selalu berdampingan, kalau tidak mampu menikmati yang pahit getir itu, ya paling tidak dijalani saja…ya kan? Yaaaaaaaaaaaaaa githuu deh…:)

Ps. 'Gara gara' nonton CLICK! Kocag, bikin kita mikir mikir lagi, kalu mau melewatkan masa masa menyebalkan dalam hidup…:)

12.01.2006

Melayang, Jatuh, Terjerembab dan Siap Melayang lagi..

Saat mimpi berbunga, angan melambung menerbangkan khayal pada harapan yang tak kunjung terpenuhi….
Kemudian tersadar akan diri yang tak bersayap dan jatuh terjerembab, SAKIT!!
Tapi kemudian tidakkah takut untuk kembali melambung diri ke angan yang paling tinggi…berharap dapat menggapai bintang yang belum sempat terpetik, dan kemudian melupakan semua harapan begitu saja, berlalu dan menjalani realita hidup yang apa adanya, hambar tanpa angan dan harap. Tanpa mimpi yang ingin digapai, menghilangkan semua rasa gegap gempita dan memadamkan gelora semangat, menginjak injak api asa, hingga padam dan mati sama sekali..
Untuk selalu berpijak pada realita tidak harus menghilangkan berjuta bermilyar bertrilyun asa kan…?!?!
Tapi lelah juga untuk terus menggantungkan harap pada ketidak pastian..
Aha! Atau berganti mimpi saja, ada mimpi yang harus, mau tidak mau, disadari tidak mungkin akan wujud, mungkin mimpi yang itu memang bunga tidur org lain, bukan bunga punya saya..
Jatuh terjerembab meski sakit kadang malah menyadarkan diri pada hakikat mimpi itu, yang memang tidak mungkin tergapai.
Hmm ya ya harus membuat mimpi baru sepertinya…
Dan menyiapkan sayap yang lebih kokoh untuk terbang menggapainya
………….AAAAhhh semoga tidak jatuh dan terjerembab lagi………………..

This page is powered by Blogger. Isn't yours?