3.19.2008
(hanya) MIMPI
Tubuhku kaku, seluruh badan sepertinya tak mendengar perintah otak untuk segera bertindak, kaki begitu berat dilangkahkan, tangan begitu sulit mengayun. Ingin berlari menjauh, ingin menghindar tatapan kosongnya, lidahku kelu tak satu kata sanggup berucap. Keringat dingin mulai mengucur, saat tatap mata kami saling bersirobok dan hanya kengerian yg bertambah tambah melihat hitam kelam bola matanya, yang bertengger pada wajahnya yang kaku, pucat pasi. Sosok dengan pakaian putih kumal, rambut kusut masai. Menatap ku lekat lekat. Semakin dalam tatapnya, semakin dekat Ia. Ia mencoba merenggut belahan jiwa dan jantung hati ku. Dan aku tidak berdaya sedikitpun, tidak sanggup berbuat apa apa, ingin berlari menjauh tapi kaki kaki ku seperti terikat terpaku kuat pada lantai dingin dan llicin. Dan dia semakin mendekat semakin mendekat tangan tanganya menggapai gapai, ……………
Dan………………………………………………………
Hup, aku terbangun astagfirullah, badanku mandi peluh, nafas tersengal terengah, ah rupanya hanya mimpi buruk, satu yang aku ingat……………… sosok hantu itu berwujud aku………..
Dan………………………………………………………
Hup, aku terbangun astagfirullah, badanku mandi peluh, nafas tersengal terengah, ah rupanya hanya mimpi buruk, satu yang aku ingat……………… sosok hantu itu berwujud aku………..
