1.16.2009
SD buat Isa
Taun ini insyaalloh, isa si jagoan kami no.1, masuk SD.
Untuk itu kami lagi milih milih sekolah mana yg kira kira cocok buatnya.
Ga kayak dulu, sekarang ini banyak pilihan sekolah dengan bermacam metode dan sistem pengajaran dan menawarkan fasilitas yang bervariasi.
Jenis sekolah negri dan swasta pun beragam.
Untuk SD negeri ada inpres, percontohan, standar nasional, bahkan internasional?! Untuk kriteria ini pemerintah lewat depdiknas dan pemda menentukan parameter tersendiri dan menetapkan sekolah negeri mana yg masuk kriteria tsb diatas. Program sekolah SD negeri sepertinya lebih dikonsentrasikan pada pendalaman ilmu pengetahuan dengan sedikit muatan untuk pendidikan akhlak dan kepribadian, ini hanya asumsi saya lhokh.
Variasi SD swasta lebih anyak lagi, dari mulai SD swasta full day schooling plus pe er bejembrenng, atau yg one time school tanpa oleh oleh pe er di rumah, sekolah dengan pendekatan konsep alam dengan tujuan menyeimbangkan akhlak dan pengembangan ilmu, dan buanyyyakkkk lagi.
Mengenai biaya tentunya SD negeri masih lebih ramah kantong, apalagi dengan adanya program pendidikan 9 tahun, kabarnya sih SD negeri gratiss tiss, tapi prakteknya sih ga juga :)
Dan untuk sekolah swasta memang agak harus membongkar tabungan, karena ga ada atau minim subsidi dari pemerintah, kayaknya sih untuk sekolah swasta sumber dana memang murni dari murid nya. Dan kerna fasilitas yg ditawarkan juga jauh lebih memadai dari SD negri, maka ga heran juga kalau harga sekolahnya bisa bikin mata terbelalak :)
Secara kurikuklum dan muatannya sd negri memang terlihat terbatas, tapi melihat pola pergaulan dan jenis murid muridnya yang datang dari berbagai macam latar belakang akan memperkaya anak di bidang pergaulan sosial. Apalagi sd yg sudah memeiliki standar percontohan atau nasional pastinya memiliki program plus dalam pendidikannya yang membuat anak lebih konpetitive secara keahlian dan ilmu.
Sedang beberapa sekolah swasta, pergaulannya akan sedikit lebih homogen karna filter biaya tadi. maksudnya anak anak yg masuk sekolah ini tentunya datang dari keluarga mampu secara ekonomi. Dan ini bisa saja di imbangi dengan program keberimbangan akhlak dan ilmu yg ditawarkan.
Ujung ujung nya sih, (menurut saya doang lhokh ini) nentuin sekolah untuk anak mesti disesuaikan dulu dengan karakter dan minatnya. Lalu dilihat program program masing masing sekolah yag akan dipilih, kira kira mana yg paling menunjang kebutuhan anak dan disesuaikan dengan kemampuan orang tua. Dengan pemahanan bahwa tanggung jawab mendidik anak adalah tetap tertumpu pada orang tua, maka sekolah hanya menjadi sarana untuk membantu meringankan beban tugas pendidikan orang tua terhadap anak. Semoga dengan konsep ini , kami bisa memberikan yg terbaik untuk Isa si anugrah terindah, amanah yang harus di jaga :)
Untuk itu kami lagi milih milih sekolah mana yg kira kira cocok buatnya.
Ga kayak dulu, sekarang ini banyak pilihan sekolah dengan bermacam metode dan sistem pengajaran dan menawarkan fasilitas yang bervariasi.
Jenis sekolah negri dan swasta pun beragam.
Untuk SD negeri ada inpres, percontohan, standar nasional, bahkan internasional?! Untuk kriteria ini pemerintah lewat depdiknas dan pemda menentukan parameter tersendiri dan menetapkan sekolah negeri mana yg masuk kriteria tsb diatas. Program sekolah SD negeri sepertinya lebih dikonsentrasikan pada pendalaman ilmu pengetahuan dengan sedikit muatan untuk pendidikan akhlak dan kepribadian, ini hanya asumsi saya lhokh.
Variasi SD swasta lebih anyak lagi, dari mulai SD swasta full day schooling plus pe er bejembrenng, atau yg one time school tanpa oleh oleh pe er di rumah, sekolah dengan pendekatan konsep alam dengan tujuan menyeimbangkan akhlak dan pengembangan ilmu, dan buanyyyakkkk lagi.
Mengenai biaya tentunya SD negeri masih lebih ramah kantong, apalagi dengan adanya program pendidikan 9 tahun, kabarnya sih SD negeri gratiss tiss, tapi prakteknya sih ga juga :)
Dan untuk sekolah swasta memang agak harus membongkar tabungan, karena ga ada atau minim subsidi dari pemerintah, kayaknya sih untuk sekolah swasta sumber dana memang murni dari murid nya. Dan kerna fasilitas yg ditawarkan juga jauh lebih memadai dari SD negri, maka ga heran juga kalau harga sekolahnya bisa bikin mata terbelalak :)
Secara kurikuklum dan muatannya sd negri memang terlihat terbatas, tapi melihat pola pergaulan dan jenis murid muridnya yang datang dari berbagai macam latar belakang akan memperkaya anak di bidang pergaulan sosial. Apalagi sd yg sudah memeiliki standar percontohan atau nasional pastinya memiliki program plus dalam pendidikannya yang membuat anak lebih konpetitive secara keahlian dan ilmu.
Sedang beberapa sekolah swasta, pergaulannya akan sedikit lebih homogen karna filter biaya tadi. maksudnya anak anak yg masuk sekolah ini tentunya datang dari keluarga mampu secara ekonomi. Dan ini bisa saja di imbangi dengan program keberimbangan akhlak dan ilmu yg ditawarkan.
Ujung ujung nya sih, (menurut saya doang lhokh ini) nentuin sekolah untuk anak mesti disesuaikan dulu dengan karakter dan minatnya. Lalu dilihat program program masing masing sekolah yag akan dipilih, kira kira mana yg paling menunjang kebutuhan anak dan disesuaikan dengan kemampuan orang tua. Dengan pemahanan bahwa tanggung jawab mendidik anak adalah tetap tertumpu pada orang tua, maka sekolah hanya menjadi sarana untuk membantu meringankan beban tugas pendidikan orang tua terhadap anak. Semoga dengan konsep ini , kami bisa memberikan yg terbaik untuk Isa si anugrah terindah, amanah yang harus di jaga :)
